Foto: istimewa | Tampak Alberto Fred Itaar, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persipura ketika memberikan keterangan Pers
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) pertandingan Persipura Jayapura, Alberto Fred Itaar, akhirnya buka suara terkait kericuhan yang terjadi usai laga antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026).
Dalam keterangannya, Minggu (10/5/2026), Alberto menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Papua atas aksi kerusuhan, pembakaran kendaraan, hingga perusakan fasilitas stadion yang terjadi setelah pertandingan berakhir.
“Saya selaku Ketua Panitia Pelaksana pertandingan Persipura memohon maaf atas kejadian yang terjadi pada 8 Mei 2026. Saya sangat kecewa dengan insiden tersebut, namun sebagai ketua panpel tentu saya juga memiliki keterbatasan,” ujar Alberto.
Ia menegaskan seluruh rangkaian pertandingan sebelumnya telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
Menurutnya, jalannya pertandingan berlangsung aman dan terkendali hingga wasit meniup peluit panjang tanda laga usai.
“Kami melaksanakan pertandingan sesuai prosedur yang ada. Selama pertandingan berlangsung situasi berjalan aman hingga selesai,” katanya.

Namun suasana berubah setelah pertandingan berakhir. Sejumlah oknum suporter diduga meluapkan kekecewaan dengan melakukan aksi anarkis berupa pembakaran dan pengrusakan fasilitas stadion.
Kericuhan pecah setelah Persipura Jayapura gagal meraih tiket promosi ke Liga 1 usai kalah 0-1 dari Adhyaksa FC.
“Setelah pertandingan selesai, terjadi kerusuhan, pembakaran, dan pengrusakan fasilitas stadion,” lanjutnya.
Alberto mengatakan pihak panitia kini terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pertandingan sekaligus menangani dampak kericuhan yang terjadi.
Sementara itu, data sementara yang diterima redaksi menunjukkan kerusuhan di Stadion Papua Bangkit meninggalkan kerugian materil cukup besar. Puluhan kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan hilang, rusak, bahkan hangus terbakar.
Sejumlah kendaraan roda dua milik aparat keamanan maupun pribadi dilaporkan hilang, di antaranya Honda Scoopy, Honda Beat, Yamaha X-Ride, Yamaha Aerox, Honda CRF, hingga Honda PCX.
Tak hanya itu, beberapa kendaraan dinas operasional kepolisian juga mengalami kerusakan dan terbakar, termasuk kendaraan milik Sabhara, Bhabin- kamtibmas, Logistik, Binmas, hingga unit lalu lintas Polres Jayapura.
Pada kendaraan roda empat, mobil operasional kepolisian seperti Hilux Ditreskrimum, D-Max Resmob, truk Dit Samapta, kendaraan SPN, hingga ambulans Sat Brimobda Papua dilaporkan ikut terbakar.
Baca juga: Gotong Royong Pulihkan Stadion Lukas Enembe, Warga Papua Bangkit Usai Kericuhan Persipura
Sementara kendaraan pribadi masyarakat yang mengalami kerusakan dan kebakaran meliputi Honda Brio, Suzuki Ertiga, Toyota Avanza, Honda HRV, Honda Mobilio, Toyota Calya, hingga Mitsubishi Triton.
Selain kerusakan kendaraan, sedikitnya 10 unit telepon genggam berbagai merek seperti iPhone, Vivo, Oppo, Poco, dan Tecno juga dilaporkan hilang pascakericuhan.
Hingga kini aparat keamanan masih melakukan pendataan lanjutan terkait total kerugian materil sekaligus memburu pelaku pembakaran dan perusakan fasilitas stadion maupun kendaraan milik aparat dan masyarakat.
Laporan: Sony Rumainum

















