Foto: Irfan | Tampak Mama Kostansa Demetouw dan Yamamoto Sasarary ketika memberikan keterangan Pers kepada awak media di stadion Lukas Enembe, Minggu (10/5).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Kepedulian terhadap Stadion Lukas Enembe ditunjukkan mama-mama Papua bersama Komunitas Kacu Kuning yang turun langsung melakukan aksi bersih-bersih di kompleks stadion, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Minggu (10/5/2026).
Aksi sosial tersebut dilakukan pascakericuhan usai pertandingan Persipura Jayapura yang menyebabkan sejumlah fasilitas stadion mengalami kerusakan dan area sekitar dipenuhi sampah berserakan.
Dengan membawa kantong sampah dan peralatan sederhana, mama-mama Papua terlihat memungut botol plastik, gelas minuman, hingga sampah lainnya di sekitar tribun dan halaman stadion.
Mereka mengaku tergerak membantu karena merasa Stadion Lukas Enembe merupakan aset kebanggaan masyarakat Papua yang harus dijaga bersama.
“Kami datang karena cinta Persipura dan peduli dengan stadion ini. Jadi kami ikut bantu pemerintah membersihkan tempat ini,” ujar Kostansa Demetouw kepada wartawan.

Baca juga: Gotong Royong Pulihkan Stadion Lukas Enembe, Warga Papua Bangkit Usai Kericuhan Persipura
Menurutnya, aksi tersebut murni dilakukan secara sukarela sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan fasilitas umum. Sampah plastik yang dikumpulkan juga dipisahkan untuk didaur ulang maupun dijual kembali.
Ia berharap kejadian kericuhan yang merusak fasilitas stadion tidak kembali terjadi di masa mendatang.
“Jangan sampai ada lagi tindakan yang merugikan masyarakat dan pemerintah seperti kemarin,” katanya.
Selain mama-mama Papua, aksi bersih-bersih juga melibatkan Komunitas Kacu Kuning yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di Tanah Papua.
Ketua Komunitas Kacu Kuning, Yamamoto Sasarary, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah melihat informasi kerusakan stadion melalui media sosial dan grup percakapan WhatsApp.
“Begitu ada informasi, teman-teman langsung berinisiatif turun membantu bersihkan stadion,” ujarnya.
Ia menjelaskan anggota komunitas yang ikut dalam aksi tersebut berasal dari Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura. Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat menunjukkan besarnya rasa memiliki terhadap Stadion Lukas Enembe.
“Tempat ini bukan sekadar stadion, tetapi simbol kebanggaan orang Papua. Karena itu harus dijaga bersama,” katanya.
Baca juga: Ketua Ikkal Papua Turun Bersih-Bersih Stadion LE, Tunjukan Solidaritas untuk Persipura
Sasarary menegaskan Komunitas Kacu Kuning menolak segala bentuk kerusuhan yang berujung pada pengrusakan fasilitas umum. Ia menilai tindakan tersebut hanya akan merugikan masyarakat sendiri, apalagi di tengah kondisi keuangan Papua yang dinilai sedang tidak baik.
“Kami sangat menyesalkan kerusuhan kemarin karena banyak fasilitas rusak. Padahal untuk memperbaikinya membutuhkan biaya besar,”
ujarnya.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang datang secara sukarela membantu membersihkan stadion tanpa undangan resmi.
“Ini bukti masyarakat Papua masih punya rasa cinta terhadap Persipura dan Stadion Lukas Enembe,” katanya.
Komunitas dan mama-mama Papua berharap pemerintah segera melakukan perbaikan fasilitas stadion agar dapat kembali digunakan untuk kegiatan olahraga dan aktivitas masyarakat lainnya.
“Harapan kami stadion ini bisa cepat dipulihkan karena ini kebanggaan orang Papua,” ujar Sasarary.
Laporan: M. Irfan

















