Foto: Irfan| Tampak antusias warga Jayapura baik dari kota maupun kabupaten terlibat bersama membersihkan stadion Lukas Enembe, Minggu (10/5).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Semangat kebersamaan ditunjukkan ratusan warga bersama aparat pemerintah dan manajemen Persipura Jayapura dengan bergotong royong membersihkan Stadion Lukas Enembe di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Minggu (10/5/2026).
Aksi ini dilakukan pascakerusuhan suporter usai laga play-off promosi Liga 1 antara Persipura Jayapura kontra Adhyaksa FC, Jumat (8/5/2026).
Kericuhan pecah setelah Persipura harus mengakui kemenangan Adhyaksa FC dengan skor tipis 0-1. Kekecewaan sebagian suporter terhadap keputusan wasit memicu aksi anarkis yang berujung pada perusakan sejumlah fasilitas stadion dan pembakaran kendaraan milik warga di sekitar lokasi pertandingan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, mengatakan kegiatan pembersihan dilakukan atas instruksi Gubernur Papua dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah.
Sebanyak 15 armada kebersihan diturunkan, ditambah dukungan dua unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD.
“Antusias masyarakat luar biasa. Mereka datang secara sukarela karena merasa memiliki dan mencintai Stadion Lukas Enembe. Ada yang membawa sapu, air minum, hingga perlengkapan kebersihan sendiri,” ujar Telenggen, Minggu sore.
Menurutnya, aksi gotong royong tersebut menjadi bukti kepedulian masyarakat Papua terhadap fasilitas publik sekaligus pesan penting agar suporter tetap menjaga sportivitas dalam dunia sepak bola.
Ia berharap insiden serupa tidak kembali terulang pada pertandingan mendatang. Telenggen menegaskan Stadion Lukas Enembe merupakan aset berharga bagi Papua yang harus dijaga bersama sebagai warisan pembangunan almarhum Lukas Enembe.
“Jangan sampai emosi sesaat merusak fasilitas yang menjadi kebanggaan masyarakat Papua. Stadion ini dibangun untuk kemajuan olahraga dan masa depan generasi muda Papua,” katanya.
Pemerintah daerah, lanjut Telenggen, juga akan melakukan pendataan terhadap kendaraan warga yang terbakar dalam kerusuhan tersebut untuk selanjutnya diproses terkait pemberian kompensasi bagi para korban.
Ia juga berharap pemerintah provinsi bersama manajemen Persipura dan seluruh pihak terkait segera melakukan pemulihan fasilitas stadion agar dapat kembali digunakan secara maksimal untuk berbagai agenda olahraga dan kegiatan masyarakat.
Di tengah proses pembersihan stadion, sejumlah warga Jayapura turut menggelar aksi solidaritas sebagai bentuk dukungan moral bagi Persipura Jayapura sekaligus penghormatan terhadap peninggalan almarhum Lukas Enembe.
Sementara itu, Pimpinan Bank Papua Cabang Sentani, Marthinus Rumajauw, menyebut aksi bersih-bersih tersebut lahir dari rasa memiliki masyarakat terhadap Persipura yang selama ini menjadi simbol pemersatu orang Papua.
“Persipura bukan sekadar klub sepak bola, tetapi simbol persatuan masyarakat Papua. Karena itu masyarakat bergerak sendiri untuk membersihkan stadion ini,” ujarnya.
Meski mengakui kekecewaan suporter dipicu situasi pertandingan dan keputusan wasit yang dianggap kontroversial, Rumajauw tetap mengajak masyarakat menjaga fasilitas umum dan tidak melampiaskan emosi dengan tindakan merusak.
Ia juga meminta perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Papua ikut ambil bagian dalam proses pemulihan fasilitas Stadion Lukas Enembe.
“Jangan hanya pemerintah atau PT Persipura Papua yang menanggung semuanya. Perusahaan-perusahaan besar yang mencari keuntungan di Papua juga harus ikut membantu,” katanya.
Aksi gotong royong berlangsung sepanjang hari dengan partisipasi aktif masyarakat dari berbagai kalangan. Kehadiran warga yang datang membawa perlengkapan kebersihan secara mandiri menjadi simbol solidaritas dan kepedulian bersama untuk menjaga ikon olahraga kebanggaan Papua itu.
Laporan: M. Irfan

















