Dari Mess Gereja ke Hotel Profesional: Amazing Grace Biak Resmi Beroperasi Setelah 14 Tahun

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Ketua BP AM Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., bersama Bupati Biak, Markus O. Mansnembra, SH., MM., melakukan peresmian Amazing Grace Hotel, Jumat (24/4). 

Biak Numfor, jurnalmamberamofoja.com — Setelah penantian panjang selama kurang lebih 14 tahun, Gedung Mess GKI akhirnya resmi difungsikan sebagai Amazing Grace Hotel Biak. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Biak Numfor, Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M., bersama Ketua BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, M.Th., Jumat (24/04/2026).

banner 325x300

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita, menandai dimulainya operasional fasilitas yang kini dikelola secara profesional tersebut.

Gedung yang berada di wilayah pelayanan Klasis Biak Selatan ini memiliki sejarah panjang.

Baca juga: Momen Haru dan Sukacita, GKI Petrus Amban Resmi Berganti Pemimpin

Pembangunan dimulai sejak 1 Juli 2012 atas gagasan almarhum Bupati Biak Numfor, Yusuf Melianus Maryen. Proses pembangunan kemudian dilanjutkan hingga tahap III dan IV pada masa kepemimpinan Bupati Markus Mansnembra, hingga akhirnya rampung dan siap digunakan.

Dalam sambutannya, Bupati Markus menegaskan bahwa dukungan pemerintah terhadap pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen dalam mendukung Tri Panggilan Gereja, yakni bersekutu, bersaksi, dan melayani. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengenang jasa almarhum Yusuf Maryen sebagai penggagas awal pembangunan.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam mendukung pelayanan gereja agar berjalan maksimal,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada DPRD Kabupaten Biak Numfor atas dukungan anggaran yang memungkinkan pembangunan gedung ini dapat diselesaikan.

Amazing Grace Hotel Biak kini berdiri dua lantai di atas lahan seluas 1.560 meter persegi, dengan 22 kamar yang mampu menampung hingga 40 tempat tidur. Pengembangan ke depan akan dilanjutkan pada tahap V, meliputi pembangunan ruang serbaguna berkapasitas 100 orang, restoran, serta fasilitas penunjang lainnya.

Sementara itu, Ketua BP AM Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Andrikus Mofu, menyebut kehadiran hotel ini sebagai langkah strategis dalam mengoptimalkan aset gereja. Ia menegaskan bahwa Amazing Grace Hotel Biak merupakan aset kedua milik Sinode GKI setelah yang ada di Jayapura.

Menurutnya, pengelolaan profesional melalui pihak ketiga menjadi kunci untuk menjamin kualitas layanan sekaligus transparansi manajemen. Selain sebagai sarana akomodasi, hotel ini juga diproyeksikan menjadi pusat kegiatan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).

Dengan kehadiran fasilitas ini, Biak diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu hub strategis di kawasan Teluk Cenderawasih, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi gereja dan peningkatan sektor pariwisata daerah.

Laporan: Sony Rumainum | Rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *