Foto: Irfan | Tampak Renaldi Tokoro, Ketua NPC Kabupaten Jayapura
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – National Paralympic Committee (NPC) Kabupaten Jayapura tengah mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Olahraga Penyandang Disabilitas Kabupaten (Musorkab) sebagai bagian dari penguatan organisasi sekaligus penyusunan strategi pembinaan atlet ke depan.
Ketua NPC Kabupaten Jayapura, Renaldi Tokoro, menyampaikan bahwa Musorkab akan dilaksanakan dalam waktu dekat di Kota Sentani dengan melibatkan ratusan anggota dari berbagai wilayah di Kabupaten Jayapura.
“Kegiatan ini menjadi agenda penting organisasi, karena akan membahas laporan pertanggung-jawaban, program kerja, serta pemilihan ketua NPC yang baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, awalnya kegiatan direncanakan berlangsung di Istora Papua Bangkit. Namun hingga saat ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Papua terkait penggunaan lokasi tersebut.

Baca juga: Papua Pasang Target Tinggi di PON 2028, Rakerprov KONI Fokus Benahi Pembinaan Atlet
Selain itu, NPC Jayapura juga telah melakukan komunikasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jayapura serta bertemu Wakil Bupati Jayapura untuk memastikan dukungan pemerintah daerah terhadap pelaksanaan Musorkab.
“Pemerintah daerah memberikan respons positif. Kami berharap dukungan ini bisa terus berlanjut agar kegiatan berjalan sukses,” katanya.
Musorkab dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan akan diikuti sekitar 318 anggota NPC dari berbagai distrik, mulai dari Sentani Timur hingga Airu.
Tak hanya fokus pada agenda organisasi, Musorkab juga menjadi momentum menyusun langkah strategis menghadapi sejumlah agenda besar di tingkat nasional, khususnya Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) yang akan digelar di NTT–NTB.
Menurut Renaldi, kesiapan atlet harus dimulai sejak dini agar mampu bersaing dan meraih prestasi di ajang tersebut.
“Kami ingin memastikan atlet-atlet dari Kabupaten Jayapura benar-benar siap, karena kompetisi ke depan akan semakin ketat,” ungkapnya.
NPC Kabupaten Jayapura sendiri telah memiliki rekam jejak prestasi yang cukup membanggakan.
Sejumlah atletnya pernah tampil di ajang Peparnas 2024 di Solo serta Peparpenas di Jakarta, bahkan menorehkan prestasi internasional dengan meraih dua medali perunggu pada ajang pelajar paralimpik di Timur Tengah.
“Prestasi ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan pembinaan,” ujarnya.
Dalam upaya meningkatkan peluang medali, NPC Jayapura akan memprioritaskan cabang olahraga atletik dan renang sebagai fokus utama pembinaan.
Kedua cabang ini dinilai memiliki potensi besar dalam menyumbang medali di berbagai kejuaraan.
Meski demikian, pembinaan terhadap cabang olahraga lainnya tetap berjalan secara berkelanjutan sesuai kemampuan dan ketersediaan anggaran.
“Kami tetap membina semua cabang olahraga, tetapi untuk strategi ke depan, atletik dan renang menjadi prioritas,” jelasnya.
Di sisi lain, keterbatasan fasilitas masih menjadi tantangan, terutama untuk cabang renang. Kolam renang Akuatik Kampung Harapan yang belum difungsikan optimal membuat atlet harus berlatih di lokasi alternatif.
“Kami menggunakan kolam renang di kawasan 751 dan Tirta Abepura untuk latihan. Ini menjadi tantangan, tetapi tidak mengurangi semangat atlet,” katanya.
NPC Jayapura menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pengembangan olahraga disabilitas di daerah, sejalan dengan upaya mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Dengan pelaksanaan Musorkab yang segera digelar, diharapkan lahir kepengurusan baru yang solid serta mampu membawa NPC Kabupaten Jayapura semakin maju dalam pembinaan dan prestasi olahraga disabilitas.
Laporan: M. Irfan

















