Foto: istimewa | Logo BMKG
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Papua mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada Kamis (9/4/2026) pukul 19.00 WIT.
Dalam rilis tersebut, wilayah Kabupaten Jayapura diperkirakan akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berpotensi disertai kilat/petir dan angin kencang mulai pukul 19.20 WIT.
Daerah yang terdampak meliputi Depapre, Sentani Barat, Nimboran, Raveni Rara, Gresi Selatan, dan sekitarnya.
Kondisi cuaca ini juga diprediksi meluas hingga ke wilayah Kota Jayapura, khususnya Jayapura Utara dan sekitarnya. BMKG memperkirakan potensi cuaca ekstrem ini berlangsung hingga pukul 20.20 WIT.
Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang akibat hujan lebat dan angin kencang.
Wilayah dengan topografi curam atau perbukitan diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama jika hujan terjadi secara terus-menerus dalam beberapa hari. Sementara itu, masyarakat yang berada di dataran rendah dan bantaran sungai diminta mengantisipasi potensi genangan hingga banjir.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat mewas-padai potensi robohnya pohon, papan reklame, maupun benda lain yang rentan terdampak angin kencang.
Selain itu, instansi terkait seperti BPBD, Balai Wilayah Sungai, serta kepolisian diminta untuk menganti-sipasi potensi risiko dengan mengalihkan aktivitas masyarakat dan arus lalu lintas dari wilayah rawan bencana selama periode peringatan dini berlangsung.
Bagi warga yang sempat mengungsi akibat cuaca ekstrem, disarankan untuk kembali ke rumah setelah 1 hingga 2 jam sejak peringatan dini dinyatakan berakhir.
Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web maupun media sosial resmi.
Laporan: Roy Hamadi | Rilis

















