Foto: istimewa | ilustrator akses internet
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Aktivitas masyarakat di Kota dan Kabupaten Jayapura, Papua, mendadak lumpuh akibat gangguan jaringan internet dan telepon yang terjadi selama kurang lebih lima jam, Rabu (9/4/2026).
Gangguan yang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 14.00 Waktu Papua (WP) itu memicu keluhan luas dari warga. Sejumlah layanan berbasis digital tidak dapat diakses, mulai dari komunikasi, transportasi daring, hingga transaksi keuangan.
Di lapangan, warga terlihat mendatangi kantor layanan GraPARI Telkomsel untuk mencari kepastian. Salah satunya di Entrop, Distrik Jayapura Selatan, di mana pihak Telkomsel memasang pengumuman bahwa gangguan masih dalam tahap investigasi.
“Mohon maaf, sedang dilakukan investigasi terkait kendala jaringan. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” demikian isi pemberitahuan tersebut.
Dampak gangguan ini dirasakan langsung oleh masyarakat. Seorang warga Abepura yang juga ketua RT mengaku kesulitan saat hendak menghubungi mobil jenazah untuk keperluan pemakaman di Buper Waena.
“Kondisinya sangat menyulitkan. Saya harus menghubungi mobil jenazah, tapi jaringan benar-benar terputus,” ujarnya.
Keluhan serupa datang dari warga yang bergantung pada layanan transportasi online. Tanpa akses internet, mereka tidak bisa memesan kendaraan untuk beraktivitas.
“Biasanya saya pesan taksi online untuk kerja atau ke pasar, tapi tadi tidak bisa sama sekali,” kata seorang warga lainnya.
Tak hanya individu, sektor usaha dan layanan publik juga terdampak. Pelaku usaha kecil mengaku kehilangan peluang transaksi karena sistem pembayaran non-tunai tidak berfungsi. Sementara itu, kegiatan belajar dan kerja daring ikut terhenti.
Seiring waktu, jaringan mulai berangsur pulih di sejumlah wilayah, meski belum sepenuhnya normal. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi terkait penyebab gangguan tersebut.
Masyarakat pun mendesak pihak PT Telkom Indonesia wilayah Papua dan Papua Barat untuk segera memberikan klarifikasi terbuka, sekaligus memastikan langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang.
Peristiwa ini kembali menegaskan betapa vitalnya infrastruktur telekomunikasi bagi kehidupan masyarakat modern, terutama di daerah yang sangat bergantung pada konektivitas digital.
Laporan: Sony Rumainum

















