Dua Hari Air Tak Mengalir, PT AMJ Sentani Ungkap Penyebab dan Minta Warga Bersabar

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Nampak Jumarlien Nova Ruamba, Kepala Cabang PT. AMJ Sentani, Rabu (8/4).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Warga Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, mengeluhkan terganggunya distribusi air bersih dari PT Air Minum Jayapura (AMJ) Robongholo Nanwani Cabang Sentani yang tidak mengalir selama dua hari terakhir.

banner 325x300

Keluhan warga ramai disampaikan, salah satunya melalui grup WhatsApp, yang mempertanyakan penyebab terhentinya aliran air PDAM di wilayah tersebut sejak Selasa (7/4/2026).

Menanggapi hal itu, Kepala Cabang PT AMJ Sentani, Jumarlien Nova Ruamba, menjelaskan bahwa produksi air terpaksa dihentikan sementara akibat banjir dan tingginya tingkat kekeruhan air baku di area intake instalasi pengolahan.

Menurutnya, keputusan penghentian produksi dilakukan untuk menjaga kualitas air yang akan disalurkan kepada masyarakat.

“Operasional kami hentikan sementara demi menjaga kualitas air. Kami menunggu hingga kondisi banjir surut dan air kembali normal sebelum distribusi dilanjutkan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (8/4/2026).

Ia mengungkapkan, curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di lokasi intake, sekaligus meningkatkan kekeruhan air secara signifikan. Kondisi tersebut membuat air tidak layak untuk diproduksi dan didistribusikan.

Baca juga: Bayar Rekening Air Kini Lebih Mudah, PT AMJ Jayapura Gandeng Bank Mandiri

Tim teknis, kata dia, telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan. Namun, tingginya kekeruhan masih menjadi kendala utama dalam proses pengolahan air.

“Bukan hanya banjir, tetapi kualitas air yang sangat keruh membuat kami belum bisa mengalirkan air ke pelanggan,” jelasnya.

Gangguan ini berdampak luas, terutama bagi pelanggan di Distrik Sentani yang tidak menerima suplai air selama dua hari terakhir. Situasi tersebut memicu berbagai keluhan dari masyarakat.

Jumarlien juga mengakui bahwa kondisi ini kerap terjadi saat intensitas hujan meningkat, mengingat sistem intake yang masih terbuka dan rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem.

“Kami memang sangat bergantung pada kondisi cuaca. Saat hujan tinggi, kekeruhan meningkat dan itu sangat mempengaruhi produksi air,” katanya.

Pihak PT AMJ menargetkan distribusi air dapat kembali normal secepatnya, dengan estimasi pengaliran diupayakan pada sore hari, tergantung pada kondisi banjir dan kualitas air baku.

Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan layanan tersebut dan berharap pelanggan dapat memahami situasi yang terjadi.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami juga berharap masyarakat dapat memahami kondisi cuaca yang sedang tidak menentu,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari PT AMJ Cabang Sentani serta menyampaikan pengaduan langsung ke kantor agar dapat segera ditindaklanjuti.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *