Foto: istimewa | Peta peringatan dini, BMKG Wilayah Papua
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika wilayah Papua mengeluarkan pembaruan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sejumlah daerah, Selasa (7/4).
Cuaca ekstrem diperkirakan mulai terjadi sekitar pukul 19.05 WIT dan berpotensi berlangsung hingga 21.00 WIT.
Sejumlah wilayah yang diprediksi terdampak meliputi Kabupaten Jayapura (Kemtuk Gresi, Gresi Selatan), Kabupaten Biak Numfor (Numfor Barat, Numfor Timur, Bruyadori, Orkeri, Poiru), Kabupaten Sarmi (Pantai Timur), Kabupaten Keerom (Waris, Arso, Arso Timur, Mannem), serta Kabupaten Mamberamo Raya (Mamberamo Tengah Timur).
Di wilayah Jayapura, hujan lebat berpotensi terjadi di Jayapura Utara dan sekitarnya.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi ini dapat meluas ke sejumlah daerah lain, termasuk Depapre, Nimboran, Kaureh, Senggi, Skanto, hingga wilayah Waropen, Supiori, dan bagian lain Mamberamo Raya.
Sementara di Kota Jayapura, potensi hujan dapat meluas ke Jayapura Selatan, Abepura, Muara Tami, dan Heram.
Mengantisipasi dampak cuaca ekstrem, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologis seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Warga yang tinggal di wilayah perbukitan diminta lebih berhati-hati, terutama jika hujan terjadi secara terus-menerus. Sementara masyarakat di dataran rendah dan bantaran sungai diingatkan untuk mengantisipasi genangan hingga banjir.
Instansi terkait seperti BPBD, Balai Wilayah Sungai, dan Kepolisian juga diminta siaga dalam mengatur mobilitas masyarakat dari wilayah rawan.
BMKG turut menyarankan warga yang sempat mengungsi agar kembali ke rumah setelah kondisi dinyatakan aman, setidaknya 1–2 jam pascahujan.
Selain itu, masyarakat diminta aktif memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, termasuk layanan informasi real-time (nowcasting).
BMKG Papua menegaskan, kesiapsiagaan dan kewaspadaan menjadi kunci utama dalam meminimalisir risiko dampak cuaca ekstrem di wilayah Papua.
Laporan: Sony Rumainum

















