Polda Sulut Bongkar Fakta: Video Aipda VAK Bukan Kritik, Tapi Ucapan Terimakasih

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Nampak Aipda Vicky Katiandagho, Personel Polres Minahasa. 

Manado, jurnalmamberamofoja.com – Video viral yang menarasikan pengunduran diri seorang anggota Polri dengan penuh kekecewaan akhirnya terbantahkan. Polda Sulawesi Utara memastikan informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

banner 325x300

Klarifikasi resmi disampaikan setelah beredarnya video yang menampilkan Aipda VAK, yang dikaitkan dengan narasi negatif terhadap institusi kepolisian. Polda menegaskan, isi video yang beredar telah mengalami distorsi oleh pihak tak bertanggung jawab.

Kepala Bidang Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, mengungkapkan hasil pemeriksaan internal menunjukkan adanya manipulasi pada video tersebut. Klarifikasi dilakukan langsung oleh tim Paminal Bidpropam dengan menghubungi Aipda VAK pada 2 April 2026.

“Video itu memang dibuat secara pribadi sebagai kenang-kenangan menjelang masa pensiun per 1 April 2026. Tidak ada narasi kekecewaan. Isinya murni ucapan terima kasih kepada institusi Polri,” tegas Alamsyah.

Baca juga: Dari Polisi ke Peracik Kopi: Keputusan Vicky yang Mengguncang Isi Integritas Hukum

Dalam versi aslinya, Aipda VAK justru menyampaikan rasa bangga sebagai anggota Polri. Ia bahkan menegaskan komitmennya melalui semboyan, “Sekali Bhayangkara, tetap Bhayangkara.”

Aipda VAK juga memastikan tidak pernah memberikan izin kepada pihak mana pun untuk mengedit atau menyisipkan narasi tambahan dalam video tersebut. Ia menyayangkan munculnya konten yang memelintir pesan aslinya seolah-olah bernada provokatif.

Polda Sulut menegaskan, Aipda VAK adalah korban penyalahgunaan konten pribadi. Narasi yang menyebut adanya konflik internal maupun kekecewaan terhadap institusi dipastikan tidak berdasar.

“Hasil klarifikasi menunjukkan yang bersangkutan tidak terlibat dalam penyebaran hoaks. Informasi yang beredar jelas tidak benar,” ujar Alamsyah.

Terkait isu mutasi ke Polres Kepulauan Talaud, Polda menyebut hal tersebut merupakan mekanisme biasa dalam tubuh Polri. Mutasi dilakukan sebagai bagian dari pembinaan karier melalui sistem tour of duty dan tour of area.

Selain itu, pengunduran diri Aipda VAK telah diajukan sejak 2025 dan murni atas keputusan pribadi, tanpa tekanan atau sanksi dari institusi.

“Tidak ada kaitannya dengan isu negatif. Itu murni pilihan pribadi,” tambahnya.

Polda Sulut pun mengingatkan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi di media sosial. Verifikasi menjadi kunci agar tidak terjebak dalam penyebaran konten manipulatif yang berpotensi merugikan pihak lain.

Kasus ini kembali menegaskan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi yang kian sulit dibendung.

Laporan: Sony Rumainum | rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *