Tragedi di Pos PBB Lebanon: Satu Prajurit Indonesia Gugur, Tiga Terluka

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | ilustrator Perang di Timur Tengah

Jakarta, jurnalmamberamofoja.com – Langit di Lebanon Selatan tak pernah benar-benar sunyi. Sejak awal Maret 2026, wilayah itu terus dihantui suara drone dan artileri yang saling bersahutan di tengah memanasnya konflik antara Israel dan Hizbullah.

banner 325x300

Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian itu, prajurit Indonesia yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) tetap menjalankan tugasnya menjaga stabilitas di wilayah yang berada di ambang konflik terbuka. Namun, Minggu malam (29/3/2026) menjadi titik kelam yang tak terlupakan.

Ledakan keras mengguncang Pos United Nations Position (UNP) 7-1, markas Kompi C yang saat itu tengah menjalankan rutinitas penjagaan. Sebuah proyektil artileri menghantam area tersebut, memecah kesunyian malam menjadi kepanikan dan kepedihan.

 

Dalam insiden itu, Praka Farizal Rhomadhon, prajurit asal Kulon Progo, Yogyakarta, gugur saat menjalankan tugas sebagai penjaga perdamaian. Ia mengembuskan napas terakhir jauh dari tanah air, di bawah panji bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Tiga prajurit lainnya Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka-luka akibat dampak ledakan dan kini dalam penanganan medis.

Baca juga: Presiden Prabowo Anugerahkan Pangkat Kehormatan Tertinggi untuk Dua Purnawirawan TNI dan Polri

Peristiwa ini kembali menegaskan rapuhnya situasi keamanan di perbatasan Lebanon–Israel. Di tengah meningkatnya eskalasi, pasukan penjaga perdamaian berada dalam posisi rentan, meskipun mereka menjalankan mandat internasional untuk menjaga stabilitas.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia telah menyampaikan protes keras atas insiden tersebut. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendorong dilakukannya investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab dan pihak yang bertanggung jawab.

Bagi keluarga di tanah air, duka itu nyata dan mendalam. Jenazah Praka Farizal saat ini dalam proses pemulangan ke Indonesia untuk dimakamkan di kampung halamannya, membawa kehormatan sebagai prajurit yang gugur dalam misi perdamaian dunia.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa perdamaian bukanlah sesuatu yang datang tanpa harga. Di tengah pusaran konflik geopolitik, prajurit Indonesia tetap berdiri di garis depan, mengemban tugas mulia meski risiko nyawa menjadi taruhan.

Kini, satu lagi putra terbaik bangsa pulang dalam balutan Merah Putih meninggalkan jejak pengabdian yang tak akan terlupakan.

Laporan: Sony Rumainum | Rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *