Bupati YW: Sampah dan Pohon Tumbang Hambat Surutnya Air Danau Sentani

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak Dr. Yunus Wonda, SH., MH., Bupati Jayapura ketika di temui pada acara penanaman 1000 pohon Sagu di Kampung Ifale, Senin (30/3). 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Bupati Kabupaten Jayapura, Yunus Wonda, mengungkap penyebab utama meluapnya air Danau Sentani yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Ia menyoroti persoalan sampah serta tersumbatnya jalur aliran air sebagai faktor yang memperparah kondisi tersebut.

banner 325x300

Dari hasil pengecekan lapangan, pemerintah daerah menemukan adanya hambatan di titik pembuangan air, seperti batang sagu dan pohon tumbang yang menghalangi aliran. Kondisi ini menyebabkan air sulit surut meski curah hujan mulai berkurang.

“Kami sudah turun langsung ke lokasi. Memang ada material alam yang menyumbat, dan ini yang akan segera dibersihkan,” ujar Wonda.

Ia menegaskan, langkah yang diambil saat ini bukan melakukan perubahan besar pada struktur alam, melainkan fokus pada pembersihan dan perawatan jalur air agar kembali berfungsi normal.

 

Baca juga: Debit Air Naik Drastis, Danau Sentani Ancam Pemukiman Warga

Menurutnya, wacana pembangunan saluran baru bukan solusi jangka pendek karena membutuhkan anggaran besar dan harus melalui mekanisme pembiayaan dari pemerintah pusat.

“Kalau membangun jalur baru, konsekuensinya besar dan harus lewat APBN. Jadi untuk sekarang, kita fokus pada pembersihan,” jelasnya.

Di sisi lain, Bupati juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah. Ia menilai kebiasaan membuang sampah sembarangan turut memperburuk kondisi lingkungan, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Ia mengimbau masyarakat untuk mulai mengelola sampah dari rumah tangga, termasuk menggunakan kantong plastik sebelum dibuang ke tempat penampungan.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Semua harus terlibat, jangan buang sampah sembarangan,” tegasnya.

Terkait keluhan warga soal keterlambatan pengangkutan sampah, Wonda mengakui adanya kendala distribusi bahan bakar yang sempat menghambat operasional armada kebersihan.

“Memang sempat ada kekurangan bahan bakar, sehingga pengangkutan terganggu. Tapi dalam waktu dekat sudah kembali normal,” katanya.

Selain itu, ia juga mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk gereja dan pemuda, untuk terlibat dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan.

Sementara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Yunus Wonda memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal karena belum ada kebijakan resmi terkait penerapan kerja dari rumah.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *