Bentrok Berdarah di BTN Purwodadi, Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Libatkan Remaja

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak kondisi rumah terlapor A di Kawasan BTN Purwodadi, Tahun, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (27/2) dini hari. 

banner 325x300

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Kepolisian Resor Jayapura tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait peristiwa dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan BTN Purwodadi, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, pada Jumat dini hari (27/2/2026) sekitar pukul 02.30 WIT. Insiden tersebut mengakibatkan dua orang mengalami luka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil melalui Kasat Reskrim AKP Alamsyah Ali, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari para saksi serta mendalami motif di balik kejadian tersebut.

“Proses penyelidikan masih berjalan. Kami menelusuri secara utuh kronologis kejadian, peran masing-masing pihak, serta motif yang melatarbelakangi peristiwa ini,” ujar Alamsyah Ali.

Berdasarkan keterangan awal korban, saksi, dan terlapor, kejadian bermula ketika korban berinisial T.A.K. (17) pada Kamis malam berada di salah satu tempat biliar di sekitar BTN Purwodadi bersama rekan-rekannya dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Sekitar pukul 02.00 WIT, korban kembali ke rumahnya.

Tak lama berselang, terjadi keributan di sekitar rumah terlapor berinisial A (30). Terlapor yang saat itu berada di dalam rumah keluar untuk memastikan situasi setelah mendengar keributan di depan rumahnya. Adu mulut pun sempat terjadi hingga korban meninggalkan lokasi. Namun beberapa saat kemudian korban kembali dengan membawa dua bilah parang.

Situasi kemudian memanas dan berujung pada aksi saling serang di dalam maupun di sekitar rumah terlapor. Terlapor A mengaku melakukan pembelaan diri saat menghadapi dugaan serangan senjata tajam. Insiden tersebut menyebabkan kedua pihak mengalami luka.

Baca juga: Heboh di IGD RSUD Yowari, Dokter dan Perawat Dianiaya Keluarga Pasien

Akibat kejadian itu, korban mengalami luka tusuk dan harus menjalani tindakan operasi di RSUD Yowari. Hingga kini korban masih menjalani perawatan medis. Sementara terlapor A juga mengalami luka akibat sabetan parang dan telah mendapatkan penanganan medis.

Usai kejadian, terlapor A mendatangi Mapolres Jayapura untuk mengamankan diri serta memberikan keterangan kepada penyidik. Pihak keluarga korban dan terlapor juga telah membuat laporan resmi sehingga proses hukum dapat berjalan secara menyeluruh.

Polres Jayapura telah melakukan sejumlah langkah penanganan, mulai dari pengecekan kondisi korban di rumah sakit, pemeriksaan medis terhadap kedua pihak, olah tempat kejadian perkara (TKP), hingga pengamanan situasi di sekitar lokasi guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.

“Kami pastikan penanganan perkara dilakukan secara profesional, objektif, dan berimbang. Seluruh keterangan saksi dan alat bukti akan kami dalami untuk memastikan fakta hukum yang sebenarnya,” tegas Kasat Reskrim.

Pihak kepolisian juga mengimbau keluarga kedua belah pihak agar menahan diri dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat penegak hukum. Hingga saat ini, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Sentani terpantau aman dan kondusif.

Laporan: M. Irfan | rilis

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *