Foto: istimewa | Tampak Gubernur Papua Komjen Pol. Matius D. Fakhiri, S.I.K., MH., ketika membacakan Surat Keputusan 12 orang Staf Khusus, di Aula Lukman, Kantor Gubernur, Rabu (14/1).

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Gubernur Papua Matius Fakhiri resmi melantik 12 Staf Khusus Gubernur Papua dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Aula Lukemen Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Rabu (14/1/2026) sore.
Pelantikan tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Papua Aryoko Rumaropen dan Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait.
Momentum ini menandai penguatan barisan pendukung strategis gubernur dalam mengakselerasi agenda pemerintahan dan pembangunan daerah.
Sebanyak 12 putra terbaik Papua dipercaya mengemban tugas untuk memberikan masukan kebijakan, pertimbangan strategis, serta kontribusi pemikiran konstruktif bagi kemajuan Provinsi Papua.
Dengan pelantikan ini, para staf khusus resmi memulai tanggung jawab baru sebagai mitra kerja gubernur dalam memperkuat pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan.
Pengangkatan Staf Khusus Gubernur Papua dilaksanakan berdasarkan Peraturan Gubernur Nomor 11 Tahun 2013 yang menjadi dasar hukum pelaksanaan tugas dan fungsi staf khusus sebagai bagian dari sistem pendukung kepala daerah.
Dalam prosesi pelantikan ditegaskan bahwa jabatan staf khusus bukan sekadar posisi formal, melainkan amanah pengabdian yang menuntut integritas, loyalitas, dan dedikasi tinggi.
Baca juga: Apel Perdana 2026, Gubernur MDF Tegaskan ASN Harus Disiplin dan Turun Melayani
Para staf khusus diharapkan mampu menjadi penghubung efektif antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menyerap serta menyalurkan aspirasi rakyat dari berbagai lapisan.
Keberadaan staf khusus juga diarahkan untuk memperkuat lahirnya kebijakan yang inklusif, berkeadilan, serta mendorong pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Papua, baik pesisir, pegunungan, perkotaan, hingga kampung-kampung terpencil.
Pemerintah Provinsi Papua optimistis, kolaborasi lintas sektor yang diperkuat melalui peran staf khusus ini akan membantu menjawab tantangan pembangunan dan mempercepat terwujudnya Papua yang damai, maju, sejahtera, dan bermartabat.
Laporan: Sony Rumainun

















