Foto: Irfan | Wabup Jayapura Haris Richard S. Yocku, SH
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menegaskan arah pembangunan daerah dengan menitikberatkan pada sektor pangan.
Dua komoditas utama yang diprioritaskan adalah kakao dan padi, yang dinilai mampu memberikan dampak cepat dan nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi.
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard Yocku, menjelaskan bahwa pangan adalah fondasi penting bagi kemandirian ekonomi nasional.
Meski banyak komoditas strategis yang bisa dikembangkan seperti lada, tebu, kopi, dan vanili, Pemkab Jayapura memilih untuk lebih fokus agar program yang dijalankan terarah dan hasilnya bisa segera dirasakan masyarakat.
“Kakao memiliki pasar yang jelas, permintaan tinggi, dan masa panen yang relatif singkat, hanya sekitar satu setengah tahun sejak ditanam. Dengan begitu, masyarakat bisa cepat menikmati hasilnya,” ujar Haris saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (30/9).
Baca juga: Wabup Jayapura Ingatkan: Ancaman Kriminalitas Meningkat, Keamanan Harus Jadi Tanggung Jawab Bersama
Selain itu, Pemkab Jayapura juga mulai menyiapkan lahan baru khusus untuk pengembangan padi. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan ketersediaan beras lokal, mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, serta memperkuat program swasembada pangan yang sedang digencarkan pemerintah pusat.
Menurut Haris, fokus pada dua komoditas unggulan ini akan menjadi tonggak penting bagi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jayapura.
“Kakao dan padi adalah dua komoditas yang memiliki nilai strategis. Kakao bisa mendukung pendapatan masyarakat, sementara padi menjamin ketersediaan pangan. Keduanya saling melengkapi,” tambahnya.
Baca juga: Pemkab Jayapura Gerak Cepat: Jalan Gelap Akan Terang, Titik Rawan Dipasang CCTV
Pemkab Jayapura juga berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi bisa mempercepat realisasi program ini. Secara teknis, pelaksanaannya akan ditangani oleh Dinas Perkebunan dan instansi terkait dengan melibatkan petani lokal.
Dengan strategi tersebut, pemerintah daerah optimistis Jayapura dapat menjadi salah satu lumbung pangan di Papua. Haris menegaskan bahwa penguatan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal meningkatkan kesejahteraan petani, membuka lapangan kerja, serta menggerakkan ekonomi masyarakat kampung.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menanam, tetapi juga mendapatkan nilai tambah dari komoditas yang mereka hasilkan. Inilah yang menjadi visi besar kami dalam membangun ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan

















