Sentuhan Kemanusiaan Prajurit Macan Kumbang: Satgas Yonif 521/DY Obati Warga Luka Bakar di Wamena

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Tim kesehatan Pos Kotis Walesi, Satgas Yonif 521/DY, ketika mengobati warga dengan luka bakar di bagian kaki.

banner 325x300

Wamena, jurnalmamberamofoja.com – Di balik dinginnya malam pegunungan Jayawijaya, ada kisah kemanusiaan yang menyentuh hati. Prajurit TNI Satgas Yonif 521/DY melalui Tim Kesehatan Pos Kotis Walesi kembali menunjukkan kepeduliannya dengan mendatangi rumah seorang warga yang mengalami luka bakar serius, Jumat (26/09).

Peristiwa bermula di sebuah honai, rumah adat khas Papua. Di dalam bangunan sederhana itu, api unggun selalu menjadi pusat kehidupan memberikan kehangatan, penerangan, sekaligus sarana memasak makanan pokok seperti ubi. Namun, nyala api yang menjadi penghidupan bisa juga membawa petaka.

Baca juga: Satgas Yonif 521/DY Hadirkan Layanan Kesehatan Keliling di Yalimo

Musibah itu dialami Carles (45), warga Kampung Lantipo. Saat berada di honai untuk menghangatkan tubuh, Carles yang memiliki riwayat penyakit kejang tiba-tiba terjatuh ke arah bara api. Dalam sekejap, api membakar kakinya hingga menimbulkan luka serius. Dengan keterbatasan akses fasilitas kesehatan di daerah pedalaman, kondisi ini tentu sangat membahayakan nyawanya.

Kabar tersebut segera mendapat perhatian Satgas Yonif 521/DY. Dipimpin dr. Fathurrahman, tim kesehatan TNI langsung mendatangi rumah Carles. Dengan peralatan medis seadanya, mereka memberikan pemeriksaan serta pengobatan intensif untuk mencegah infeksi pada luka bakar yang cukup parah.

Baca juga: Akhiri Tugas di Perbatasan RI – PNG, Satgas 641 Gelar Nobar

Komandan Satgas Yonif 521/DY, Letkol Inf Rahadyan Surya Murdata, S.E., M.I.P., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata dari program Binter Terbatas. Meski dengan perlengkapan medis yang sederhana, TNI berkomitmen untuk hadir membantu masyarakat di daerah terpencil.

“Melalui pelayanan kesehatan seperti ini, kami ingin menunjukkan bahwa TNI bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga mitra masyarakat dalam mengatasi kesulitan sehari-hari. Sentuhan kecil ini diharapkan bisa meringankan beban warga dan mempererat hubungan antara prajurit dan rakyat,” ujarnya.

Bagi masyarakat Papua, keberadaan Satgas Yonif 521/DY tak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga harapan. Setiap aksi kemanusiaan yang dilakukan menjadi bukti bahwa prajurit Macan Kumbang selalu siap berada di garda depan, tidak hanya di medan tugas, tetapi juga di hati rakyat yang membutuhkan.

Laporan: Roy

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *