Foto: Irfan / Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, memberikan imbauan kepada masyarakat mengenai pencegahan HIV/AIDS di Sentani.
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura terus mengingatkan warga untuk menjauhi perilaku berisiko yang dapat memicu penularan HIV/AIDS.
Dari hasil pemeriksaan terhadap 10.040 warga, sebanyak 484 orang dinyatakan positif terinfeksi virus mematikan tersebut.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang, dalam keterangannya di Sentani pada Selasa (31/12), menyatakan bahwa perilaku seperti berganti-ganti pasangan seksual, hubungan tanpa kondom, hubungan melalui dubur, dan penggunaan alat seperti jarum suntik atau tato yang tidak steril menjadi faktor utama penyebaran HIV/AIDS.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari perilaku berisiko ini, menjaga kesetiaan pada satu pasangan, dan selalu menjalani hidup sehat,” ujar Edward.
Edward menjelaskan, dari total penduduk Kabupaten Jayapura yang mencapai 203.154 jiwa pada tahun 2024, baru sekitar dua persen yang telah menjalani pemeriksaan. Ia menilai, meski capaian ini cukup baik, pemeriksaan akan terus ditingkatkan untuk mendeteksi lebih banyak kasus secara dini.
“Semakin banyak kasus yang ditemukan, semakin besar peluang untuk memberikan pengobatan dini dan meningkatkan harapan hidup para penderita,” ungkapnya.
Saat ini, 22 puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Jayapura telah menyediakan layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV/AIDS secara gratis. Edward mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memastikan kesehatan mereka.
“Masyarakat harus berperan aktif, karena pencegahan adalah langkah terbaik untuk melindungi diri dan orang-orang yang kita cintai,” tambahnya.
Dinkes juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran akan bahaya HIV/AIDS dan menjaga pola hidup sehat demi masa depan yang lebih baik.
(Fan)







