Tak Cukup Salurkan Kredit, Yanni Minta Bank Papua Dampingi UMKM OAP Naik Kelas

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Yanni, SH., M.Sos., Anggota Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (KEPP) Otsus Papua, ketika berjumpa Direktur Bank Papua Yuliana D. Yembise bersama Direksi Bank Papua di Jayapura, Selasa (23/6). 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP Papua), Yanni, menegaskan Bank Papua tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan bisnis semata. Bank milik daerah tersebut diminta tampil sebagai motor penggerak ekonomi yang mampu melahirkan lebih banyak pelaku usaha dan memperkuat kemandirian ekonomi Orang Asli Papua (OAP).

banner 325x300

Hal itu disampaikan Yanni saat melakukan pertemuan dan silaturahmi dengan jajaran Direksi Bank Papua di Jayapura, Selasa (23/6/2026). Dalam pertemuan bersama Direktur Utama Bank Papua Yuliana D. Yembise beserta jajaran direksi, dibahas sejumlah langkah strategis untuk memperkuat peran Bank Papua dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, pengembangan UMKM OAP, serta membuka peluang ekonomi baru di Tanah Papua.

Menurut Yanni, Bank Papua memiliki posisi yang sangat strategis karena tidak hanya berfungsi sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai instrumen pembangunan yang mampu menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Bank Papua harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan Papua. Perannya tidak cukup hanya sebagai institusi perbankan yang berorientasi pada keuntungan komersial. Bank Papua harus hadir sebagai agen pembangunan yang ikut mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua,” kata Yanni.

Ia menilai keberhasilan pembangunan ekonomi di Papua harus diukur dari semakin banyaknya masyarakat yang memperoleh akses terhadap pembiayaan, layanan keuangan, kesempatan berusaha, serta meningkatnya pendapatan keluarga.

Karena itu, Yanni mendorong Bank Papua terus memperluas layanan hingga ke wilayah pesisir, pedalaman dan pegunungan melalui penguatan digitalisasi perbankan dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Baca juga: Yanni Dorong Revisi UU Pemilu Berbasis Otsus, Usulkan Kuota OAP dan Kepemimpinan dari Wilayah Adat

Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berpusat di kota-kota besar, melainkan harus menjangkau seluruh masyarakat hingga kampung-kampung terpencil.

“Keuangan inklusif harus menjadi gerakan besar di Papua. Masyarakat di wilayah pesisir, pedalaman dan pegunungan harus memiliki akses yang sama terhadap layanan perbankan modern,” ujarnya.

Perhatian khusus juga diberikan Yanni terhadap penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Orang Asli Papua yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Ia mendorong perluasan akses pembiayaan melalui berbagai program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit PAPEDA agar semakin banyak pelaku usaha lokal dapat berkembang dan naik kelas.

Namun, menurutnya, dukungan kepada UMKM tidak cukup hanya melalui penyaluran modal. Pendampingan usaha, pelatihan manajemen, peningkatan literasi keuangan hingga perluasan akses pasar harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya pembiayaan. Pelaku UMKM juga membutuhkan pendampingan agar mampu berkembang menjadi pelaku ekonomi yang tangguh dan berdaya saing,” tegasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Yanni juga menyoroti besarnya potensi ekonomi yang dimiliki Papua. Sektor perikanan, kelautan, pertanian, perkebunan, kehutanan, ekonomi kreatif, desa wisata hingga kerajinan lokal OAP dinilai memiliki prospek besar sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Karena itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Bank Papua, pemerintah daerah, pemerintah pusat, dunia usaha dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

“Papua membutuhkan lebih banyak terobosan daripada sekadar tambahan anggaran. Kita membutuhkan kolaborasi, inovasi pembiayaan, dan keberanian membuka peluang ekonomi baru sesuai potensi daerah masing-masing,” katanya.

Yanni juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Papua yang selama ini konsisten mendukung pembangunan daerah dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Terima kasih atas dedikasi Bank Papua yang selama ini menjadi urat nadi dan salah satu pilar penting pembangunan sosial ekonomi di Tanah Papua. Kehadiran Bank Papua telah memberikan dampak positif bagi masyarakat dan harus terus diperkuat ke depan,” ujarnya.

Ia berharap Bank Papua semakin kuat, semakin dipercaya masyarakat dan terus menghadirkan inovasi yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bank Papua harus tumbuh bersama rakyat Papua. Ketika masyarakat semakin kuat, UMKM semakin maju dan Orang Asli Papua semakin berdaya dalam kegiatan ekonomi, saat itulah Bank Papua menjalankan peran terbaiknya sebagai bank pembangunan,” pungkas Yanni.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *