Foto: istimewa / PMI Kab. Jayapura saat lakukan pengambilan darah di Sentani
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jayapura mencatat capaian signifikan sepanjang 2024 dengan menyalurkan lebih dari 2.000 kantong darah. Permintaan yang tinggi dari berbagai rumah sakit, termasuk di Kota Jayapura dan Provinsi Papua, menjadi faktor utama capaian tersebut.
Sekretaris PMI Kabupaten Jayapura, Dorsila Manusawai, menjelaskan bahwa kebutuhan darah yang besar didukung oleh kerja sama erat dengan berbagai lembaga, baik negeri maupun swasta. Namun, tingginya penyaluran di tahun lalu berdampak pada stok darah yang kosong memasuki awal 2025.
“Persediaan darah saat ini habis akibat tingginya permintaan sepanjang 2024. Ini menjadi tantangan yang harus kami atasi dengan meningkatkan kegiatan donor darah tahun ini,” ungkap Dorsila di Sentani, Selasa (7/1).
Permintaan Darah Tertinggi pada Golongan A dan O
Dorsila memaparkan, permintaan tertinggi pada 2024 adalah golongan darah A dan O, sementara golongan B dan AB cenderung lebih stabil. “Golongan A dan O menjadi yang paling banyak dicari, sehingga stoknya lebih cepat habis dibandingkan yang lain,” tambahnya.
Mengantisipasi kebutuhan darah yang terus meningkat, PMI Kabupaten Jayapura berupaya memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak.
“Kami berharap kerja sama dengan lembaga negeri dan swasta dalam kegiatan donor darah semakin intensif pada 2025, sehingga stok darah dapat selalu tersedia,” ujarnya.
Dorsila juga mengingatkan bahwa biaya kantong darah disesuaikan dengan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) RI, yakni Rp360.000 per kantong. Biaya ini berlaku untuk warga yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, sementara pemegang BPJS khususnya yang ber-KTP Kabupaten Jayapura dapat memanfaatkan klaim tanpa biaya tambahan.
“Kami bekerja sama dengan RSUD Yowari untuk penyaluran darah. Namun, permintaan dari rumah sakit di luar Kabupaten Jayapura akan dikenakan biaya sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Dukungan Hibah dari Pemkab Jayapura
Untuk mendukung operasionalnya, PMI Kabupaten Jayapura menerima dana hibah sebesar Rp400 juta dari Pemerintah Kabupaten Jayapura pada 2024. Dana ini digunakan untuk mendukung kegiatan pengadaan darah dan pelayanan kepada masyarakat.
Dengan stok darah yang kosong di awal tahun, PMI Kabupaten Jayapura menghadapi tantangan besar untuk memenuhi kebutuhan darah pada 2025.
“Kami akan terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berdonor, karena donor darah bukan hanya menyelamatkan nyawa orang lain tetapi juga membawa manfaat kesehatan bagi pendonor itu sendiri,” tutup Dorsila.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan dan kepedulian masyarakat, PMI Kabupaten Jayapura optimis dapat mengatasi tantangan ini dan melayani kebutuhan darah masyarakat dengan lebih baik.
(Fan)







