Foto: istimewa | Tampak proses evakuasi Pesawat Smart Air, di Nabire, Selasa (27/1).

Nabire, jurnalmamberamofoja.com — Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nabire, Letkol Laut (P) Guntur Prastyawan, M.Tr.Opsla., turun langsung ke lokasi untuk mengawasi proses evakuasi pesawat Smart Air Charter PK-SNS yang melakukan pendaratan darurat di perairan Pantai Karadiri, Distrik Wanggar, Nabire Barat, Selasa (27/1/2026).
Pesawat yang melayani rute Nabire–Kaimana tersebut dilaporkan melakukan pendaratan darurat sekitar pukul 13.00 WIT. Posisi pesawat berada sekitar 100 meter dari bibir Pantai Cemara, Karadiri.
Setelah melalui proses penanganan intensif dan koordinasi lintas instansi, badan pesawat akhirnya berhasil dievakuasi ke daratan pada pukul 18.00 WIT.
Dalam kegiatan tersebut, Danlanal Nabire hadir bersama 12 personel Lanal Nabire untuk memastikan seluruh tahapan evakuasi berjalan aman, tertib, dan sesuai prosedur keselamatan.
Proses evakuasi melibatkan sinergi sejumlah unsur, mulai dari Lanal Nabire, Kopasgat TNI AU, Tim SAR, Polairud Polda Papua Tengah, hingga kru Bandara Douw Aturure Nabire.
Letkol Laut (P) Guntur Prastyawan menyampaikan bahwa keterlibatan lintas instansi menjadi kunci keberhasilan penanganan insiden tersebut.
Ia menegaskan, seluruh personel yang terlibat tetap mengutamakan faktor keselamatan, baik bagi tim evakuasi maupun masyarakat di sekitar lokasi kejadian.
Secara umum, proses evakuasi pesawat Smart Air PK-SNS berlangsung aman dan kondusif tanpa menimbulkan gangguan tambahan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak maskapai bersama instansi terkait masih melakukan pendalaman teknis untuk memastikan penyebab pendaratan darurat pesawat tersebut.
Laporan: Sony Rumainum

















