(Foto: istimewa) Penjabat Bupati Jayapura Semuel Siriwa bersama Ketua Forpak Papua Beatrix Kasihuw, anggota DPRD Kabupaten Jayapura, serta para ASN usai kegiatan sosialisasi antikorupsi, Selasa (17/12).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura bersama Forum Penyuluh Antikorupsi (Forpak) Papua memperkuat upaya pencegahan korupsi dengan menggelar sosialisasi bagi eksekutif dan legislatif di lingkup Pemkab Jayapura, Selasa (tanggal).
Penjabat (Pj) Bupati Jayapura, Semuel Siriwa, menegaskan bahwa korupsi merupakan tindakan yang harus dicegah oleh Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Korupsi harus dihindari sejak dini agar program pembangunan di Kabupaten Jayapura dapat berjalan optimal,” kata Semuel dalam kegiatan yang berlangsung di Sentani.
Ia mengingatkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki peruntukan yang jelas.
Jika terjadi penyalahgunaan anggaran, hal tersebut akan berdampak pada keterlambatan realisasi pembangunan yang semestinya dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Oleh sebab itu, saya minta pimpinan OPD dan seluruh jajaran bekerja sesuai aturan. Bentuk korupsi bukan hanya soal uang, tetapi juga disiplin waktu, seperti datang terlambat atau pulang lebih cepat,” ujar Semuel.
Semuel juga menekankan pentingnya Monitoring Center for Prevention (MCP) sebagai panduan bagi ASN untuk menjalankan tugas sesuai aturan.
Ketua Forpak Papua, Beatrix Kasihuw, mengapresiasi langkah Pemkab Jayapura dalam mendukung pencegahan korupsi. Ia menilai MCP yang diinisiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan instrumen efektif dalam memastikan pengelolaan anggaran berjalan transparan dan akuntabel.
“Melalui MCP, kita dapat mengawasi penggunaan anggaran dan memberikan saran kepada pemerintah maupun masyarakat agar potensi korupsi bisa diminimalkan,” ujar Beatrix.
Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh pimpinan OPD, anggota DPRD Kabupaten Jayapura, dan ASN di lingkup Pemkab Jayapura.
(Fan)







