Foto: Irfan | Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura saat di palang baliho oleh ASN setempat. Insert: Wabup Haris Richard S. Yocku, SH. Rabu, (16/7).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jayapura dipalang sejumlah pegawai dan tenaga kesehatan, Rabu pagi (16/7/2025). Aksi itu berlangsung sekitar satu jam dan memicu reaksi tegas dari Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H.
Wabup Haris menegaskan bahwa aksi pemalangan tersebut bukan cara menyelesaikan persoalan.
“Itu kantor pelayanan publik. Semua harus bekerja di situ. Kalau ada masalah, jangan palang kantor, apalagi dilakukan oleh ASN. Itu keliru,” tegas Haris Yocku kepada wartawan usai membuka pelatihan pariwisata di Hotel Grand Allison, Sentani.
Ia mengaku belum mengetahui detail persoalan yang memicu aksi tersebut. Namun dirinya sudah mendatangi lokasi pemalangan dan akan memanggil perwakilan pelaku aksi untuk bertemu secara langsung.
“Saya tadi sempat ke sana, tapi belum sempat bicara lama. Nanti saya akan panggil perwakilan mereka untuk duduk bicara baik-baik,” ujarnya.
Dari pantauan di lokasi, aksi pemalangan dilakukan sejak pukul 07.00 WIT. Gerbang kantor ditutup dan sebuah spanduk dipasang dengan tulisan: “Kantor Dinas Kesehatan ini ditutup mulai hari ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan.”
Mereka juga menyampaikan tuntutan agar Bupati Jayapura segera mengganti Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan.
Haris tak menampik bahwa bisa saja ada alasan serius di balik aksi tersebut.
“Mungkin ada persoalan fatal yang membuat mereka sampai lakukan ini. Tapi tetap, ASN tidak boleh seenaknya ambil langkah seperti itu,” ujarnya.
Ia pun menyinggung kemungkinan ada kepentingan pribadi yang menyusup dalam aksi tersebut.
“Kalau ini cuma soal tidak suka satu sama lain, lalu main palang, itu tidak bisa dibenarkan. Kabupaten Jayapura ini milik semua orang, kita harus jaga bersama,” katanya.
Wabup Haris memastikan bahwa persoalan ini akan segera ditangani.
“Saya percaya Pak Bupati akan ambil langkah cepat agar pelayanan bisa berjalan normal kembali,” tandasnya.
Aksi pemalangan yang sempat viral di grup WhatsApp Info Kejadian Jayapura (IKJ) itu langsung menyita perhatian publik. Sejumlah foto yang dibagikan memperlihatkan gerbang kantor tertutup dan suasana mencekam di area kantor yang terletak di Kompleks Perkantoran Gunung Merah, Sentani.
Aksi ini menjadi sinyal kuat adanya ketegangan di internal Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura yang perlu segera dituntaskan.
Laporan: M. Irfan

















