Gema Chandra Uncen Borong Dua Emas di World Choir Games Swedia

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Paduan suara Gema Chandra universitas cendrawasih di Rektorat Jayapura bersama Wakil Rektor II Dr. Ferdinand Risamasu, SE.,M.Si.Agr., di kampus baru Waena. 

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Prestasi gemilang kembali ditorehkan putra-putri Papua di panggung internasional. Paduan Suara Gema Chandra Universitas Cenderawasih (Uncen) berhasil memboyong dua medali emas dalam ajang bergengsi World Choir Games (WCG) ke-14 di Helsingborg, Swedia.

banner 325x300

Kompetisi paduan suara tingkat dunia tersebut berlangsung pada 6–16 Agustus 2026 dan diikuti kelompok paduan suara dari berbagai negara.

Dua medali emas yang diraih Gema Chandra Uncen masing-masing berasal dari kategori Folklore and Indigenous Music A Cappella serta Mixed Choir. Torehan tersebut menjadi bukti bahwa talenta seni dari Papua mampu bersaing dan mendapat pengakuan di tingkat dunia.

World Choir Games sendiri dikenal sebagai salah satu kompetisi paduan suara internasional terbesar. Dalam penyelenggaraan tahun ini di Swedia, terdapat sekitar 19 kategori yang diperlombakan.

Keberhasilan Gema Chandra Uncen meraih dua emas sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Universitas Cenderawasih, masyarakat Papua, hingga Indonesia. Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa kreativitas dan kemampuan generasi muda Papua memiliki daya saing di panggung internasional.

Menariknya, Gema Chandra tidak hanya mengandalkan kualitas vokal dalam kompetisi tersebut. Identitas dan kekayaan budaya Papua turut dibawa dalam setiap penampilan.

Sejumlah lagu dibawakan menggunakan bahasa Papua, sementara para anggota paduan suara tampil mengenakan busana tradisional khas Papua. Perpaduan antara kualitas musikal dan kekayaan budaya tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam penampilan Gema Chandra di hadapan peserta dan penonton dari berbagai negara.

Baca juga: Aklamasi, Yotam Wonda Nahkodai Ikatan Alumni Fisip Uncen

Melalui penampilan tersebut, Gema Chandra Uncen secara tidak langsung menjadi duta seni dan budaya Papua. Kekayaan tradisi, bahasa, serta identitas Papua diperkenalkan kepada masyarakat internasional melalui musik dan paduan suara.

Raihan dua medali emas di Swedia diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi generasi muda Papua untuk terus mengembangkan potensi, khususnya di bidang seni, musik, dan kebudayaan.

Prestasi Gema Chandra juga menjadi bukti bahwa panggung internasional dapat menjadi ruang bagi Papua untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan budayanya kepada dunia.

Dengan torehan tersebut, Gema Chandra Universitas Cenderawasih bukan hanya mengharumkan nama almamater, tetapi juga membawa nama Papua dan Indonesia berkibar di panggung dunia.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *