Foto: Irfan | Tampak ribuan pengunjung memadati depan panggung utama lokasi Festival Danau Sentani (FDS) XV di kawasan wisata Pantai Khalkote, Sabtu (5/9).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Festival Danau Sentani (FDS) XV Tahun 2026 resmi berakhir. Perhelatan budaya yang digelar di Kawasan Wisata Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, itu berhasil mencatat total kunjungan mencapai 147 ribu orang selama rangkaian pra-event hingga acara utama.
FDS XV secara resmi ditutup oleh Gubernur Papua, Mathius D. Fakhiri, pada Sabtu (5/9/2026) malam. Prosesi penutupan berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya dari sanggar-sanggar tari serta penampilan sejumlah artis lokal Papua.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam malam penutupan festival yang kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) 2026) tersebut. Di antaranya Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Dr. Velix Vernando Wanggai, Anggota DPD RI Dapil Papua Carel Simon Petrus Suebu,SE., pimpinan MRP Provinsi Papua, unsur Forkopimda Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura, serta sejumlah Ondoafi/Ondofolo.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Jayapura yang dinilai berhasil menghadirkan FDS sebagai salah satu event budaya yang semakin mendapat perhatian di tingkat nasional.
Menurutnya, masuknya FDS dalam kalender KEN 2026 menunjukkan bahwa Festival Danau Sentani bukan hanya milik masyarakat Kabupaten Jayapura, tetapi menjadi bagian dari kekayaan budaya Tanah Papua.
“Festival Danau Sentani tidak hanya mewakili Kabupaten Jayapura, tetapi mewakili kita semua yang ada di Tanah Papua, khususnya di Provinsi Papua yang kita cintai ini,” ujar Velix.
Ia menilai, pengakuan FDS sebagai salah satu event nasional menjadi bukti bahwa kekuatan budaya lokal dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus pariwisata daerah.
Baca juga: FDS XV Resmi Ditutup, Gubernur Fakhiri: Budaya Papua Harus Tetap Hidup dan Menghidupi
Velix menyebut terdapat tiga pesan utama yang dibawa melalui penyelenggaraan FDS, yakni kebangkitan ekonomi masyarakat kecil, penguatan budaya, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Event FDS ini tidak hanya berbicara tentang festival saja, tetapi membawa tiga pesan penting. Yakni bagaimana ekonomi kecil bangkit, budaya kita terus hidup dan lingkungan tetap kita jaga,” katanya.
Ia berharap FDS dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan agar manfaatnya tidak berhenti selama festival berlangsung, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat, ekonomi kreatif, kebudayaan dan pariwisata Papua.
Sementara itu, Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan FDS XV, mulai dari pemerintah daerah, panitia, masyarakat adat, seniman hingga para pelaku budaya.
Fakhiri menegaskan, FDS bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang bersama untuk menjaga serta menghidupkan budaya Papua.
“Festival ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kebersamaan dalam menjaga dan menghidupkan budaya Papua,” tegasnya.
Mengusung tema “Budayaku adalah Hidupku”, Fakhiri menilai budaya merupakan identitas yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Budaya adalah jembatan antara generasi tua dan muda. Generasi muda Papua harus bangga dengan identitasnya,” ujarnya.
Ia pun mengajak generasi muda Papua untuk terus mempelajari bahasa daerah, kesenian, cerita rakyat dan berbagai kearifan lokal agar kekayaan budaya Papua tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
Selain menjadi panggung budaya, FDS XV juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Kehadiran ribuan pengunjung membuat pelaku UMKM dan ekonomi kreatif mendapat ruang untuk memasarkan berbagai produk lokal.
FDS XV diawali dengan rangkaian pra-event pada 25 hingga 29 Agustus 2026, kemudian dilanjutkan dengan main event pada 3 hingga 5 September 2026 di Kawasan Wisata Pantai Khalkote.
Pada malam penutupan, antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Sekitar 15 ribu pengunjung memadati kawasan Pantai Khalkote sejak siang hingga malam hari.

Baca juga: Buka FDS 2026, Wamenpar: Wisatawan Harus Rasakan Langsung Budaya Papua
Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, MH., mengatakan total kunjungan selama delapan hari rangkaian FDS XV, mulai dari pra-event hingga main event, mencapai 147 ribu orang.
“Untuk penutupan saja mencapai 15 ribu orang dari siang sampai malam ini yang mengunjungi lokasi FDS. Sementara total selama delapan hari pelaksanaan, mulai dari pra-event hingga main event FDS XV, tercatat sebanyak 147 ribu yang hadir di Pantai Wisata Khalkote,” kata Yunus.
Menurutnya, tingginya angka kunjungan tersebut menjadi indikator kuat bahwa Danau Sentani dan kawasan Khalkote memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata unggulan.
Yunus berharap capaian FDS XV menjadi momentum awal bagi pengembangan destinasi wisata permanen di kawasan Pantai Khalkote. Dengan demikian, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan, tidak hanya ketika festival digelar.
Ia juga menilai tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan FDS semakin dikenal dan diminati pengunjung dari berbagai daerah.
“Ini menjadi awal yang baik bagi kita untuk terus mengembangkan kawasan wisata ini, sehingga Danau Sentani dan Khalkote bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Papua,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan

















