Dok ist/ Nampak Aktifis politik Aris Kreutha didampingi Elisa Bouway mantan ketua HPPM-TM Kab Jayapura, sekretaris Ampera Yulianus Yarisetouw dan aktifis Pemuda Jenggo Sendeinya saat memberikan keterangan pers di Sentani, Sabtu (26/10).
*Ancaman Aksi Damai Jika Aspirasi Tidak Didengar
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Aktivis politik dan pemuda di Kabupaten Jayapura mendesak agar jabatan Ketua DPRK Jayapura dijabat oleh Orang Asli Papua (OAP), khususnya putra daerah Khenambay Umbay, sebagai langkah menghargai adat dan budaya lokal di wilayah ini.
“Kami meminta jabatan Ketua DPRK dipercayakan kepada putra asli Jayapura. Ini menyangkut harga diri kami sebagai Orang Asli Papua yang sudah semestinya mendapatkan ruang untuk mewakili kepentingan masyarakat adat,” ujar Aris Kreutha, salah satu aktivis politik lokal, dalam konferensi pers di Sentani, Sabtu (26/10/2024).
Aris, yang akrab disapa Akre, menegaskan bahwa tuntutan ini tidak terlepas dari kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) dan semangat Kebangkitan Masyarakat Adat (KMA) di Papua, yang menekankan peran dan keterwakilan masyarakat adat dalam politik. “Otsus memberi kami hak istimewa yang harus diwujudkan dalam kebijakan politik, termasuk dalam pengisian jabatan Ketua DPRK,” katanya.
Para aktivis juga mengingatkan bahwa jabatan Ketua DPRK sebaiknya dihormati sebagai representasi nilai adat dan kearifan lokal. “Kami berharap partai pemenang Pileg 2024 mempertimbangkan keinginan masyarakat adat untuk menunjuk kader OAP sebagai Ketua DPRK Jayapura,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Elisa Bouway, mantan Ketua HPPM-TM Kabupaten Jayapura, memperkuat desakan ini dengan menegaskan pentingnya penghargaan terhadap “hak kesulungan” di daerah. “Kami ingin melihat pemimpin DPRK dari anak asli Jayapura. Hak kesulungan ini adalah penghormatan kepada adat yang harus diperhatikan,” katanya.
Elbo, sapaan akrab Elisa, menegaskan bahwa jika aspirasi ini diabaikan, pihaknya siap menggelar aksi damai di Kantor DPW pada Selasa (29/10) mendatang. “Kami siap turun untuk mempertahankan hak kami sebagai pemilik asli tanah ini. Ini adalah bentuk dari penghargaan terhadap semangat Otsus dan penghormatan adat,” tegasnya.
Turut hadir dalam penyampaian sikap ini, Yulianus Yarisetouw selaku Sekretaris Ampera Kabupaten Jayapura dan Jenggo Sendeinya, aktivis pemuda Jayapura, yang memberikan dukungan penuh terhadap tuntutan agar posisi Ketua DPRK dijabat oleh putra asli Papua. (Fan)







