Dari Swentab, Papua Tancap Gas Bangun Lumbung Pangan: 43 Traktor Digelontorkan ke Petani

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH., MH., mendampingi Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, SIK., MH., di kampung Swentab, Kemtuk Gresi, Sabtu (28/3). 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Langkah nyata penguatan sektor pertanian kembali ditegaskan Pemerintah Provinsi Papua bersama Pemerintah Kabupaten Jayapura.

banner 325x300

Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH., MH., mendampingi Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, dalam kunjungan kerja ke Kampung Swentab, Distrik Kemtuk Gresi, Sabtu (28/3/2026), yang ditandai dengan penanaman padi perdana dan penyaluran bantuan alat mesin pertanian (alsintan).

Momentum ini menjadi titik awal pengembangan program cetak sawah rakyat, dengan luas awal 2 hektare dan target pengembangan hingga 50 hektare. Tidak hanya simbolis, pemerintah juga langsung menguatkan dukungan dengan menyalurkan 43 unit traktor kepada petani setempat melalui Kementerian Pertanian.

Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di Kampung Swentab merupakan bukti keseriusan dalam membangun kemandirian pangan di Papua.

“Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian atas dukungan besar bagi sektor pertanian di Papua. Ini bentuk nyata perhatian pemerintah pusat,” ujarnya.

Baca juga: Pemkab Jayapura Tanam 645 Bibit Kopi Arabika: Bupati Ingatkan Jangan Tanam Lalu Ditinggal

Ia menekankan, program cetak sawah dan bantuan alsintan diharapkan mampu mendorong petani untuk lebih mandiri, sekaligus mengurangi ketergantungan pada tengkulak.

“Pemerintah hadir sebagai sandaran. Ini adalah kemerdekaan bagi petani untuk mengelola hasilnya sendiri,” tegasnya.

Lebih jauh, Fakhiri memastikan berbagai program strategis dari Presiden Prabowo akan terus didorong masuk ke Papua, tidak hanya di sektor pertanian, tetapi juga sektor lain, bergantung pada kesiapan pemerintah daerah.

Sementara itu, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, melihat wilayah Grime Nawa sebagai masa depan pertanian daerah. Dengan potensi lahan luas dan kesiapan masyarakat, kawasan ini diyakini mampu menjadi lumbung pangan baru di Kabupaten Jayapura.

“Grime Nawa akan menjadi sentra pertanian, peternakan, dan perkebunan. Kami siap bekerja untuk itu,” katanya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk menjadikan sektor pertanian sebagai kekuatan utama ekonomi daerah, dengan dukungan penuh dari pemerintah.

“Kami mengajak masyarakat fokus bekerja di sektor pertanian. Pemerintah akan terus hadir memberikan dukungan,” tutupnya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *