Dok ist/ Tampak para pedagang sagu berdialog dengan Cabup Jayapura Nomor Urut 4, Yohannis Manangsang Wally, saat blusukan di Pasar Pharaa Sentani, Selasa, (15/10).
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Pasangan calon (Paslon) nomor urut 4, Yohannis Manangsang Wally dan Daniel Mebri, melaksanakan blusukan di Pasar Pharaa Sentani pada Selasa, 15 Oktober 2024. Dalam kunjungan ini, mereka membagikan stiker dan brosur yang menjelaskan visi Jayapura Emas 2030 serta program-program unggulan.
Di tengah keramaian pasar, Cabup Yohannis berinteraksi langsung dengan para pedagang, termasuk Dorthea Merapbano, pedagang sagu yang menjelaskan harga satu karung sagu, yaitu Rp 400 ribu, yang bisa ditawar menjadi Rp 300 ribu. “Dari penjualan, kami bisa meraih untung sekitar Rp 50 ribu per plastik,” ungkap Dorthea.
Namun, para pedagang mengeluhkan kondisi pasar yang dipenuhi sampah dan sepinya pembeli akibat banyaknya pedagang yang berjualan di luar pasar.



“Kami berharap pasar dibenahi agar pengunjung kembali ramai. Penempatan truk sampah di titik strategis juga diperlukan agar sampah tidak dibuang sembarangan,” kata seorang pedagang sayuran.
Mereka juga mendesak agar Pemerintah Kabupaten Jayapura membuat peraturan daerah (Perda) tentang penjualan di hari Minggu.
“Kami ingin ada kepastian waktu berjualan di dalam pasar, karena banyak pedagang sudah mulai berjualan sejak pagi di hari Minggu tanpa pengaturan,” tambah mereka, berharap Cabup Yohannis dapat merealisasikan harapan ini. (Fan)









