Foto: istimewa | Tampak Jemmi Esau Maban mantan kandidat Pilkada Sarmi 2024 ketika memberikan hak suaranya di TPS 01, Kampung Armopa, Distrik Bonggo, Rabu (6/8).
Sarmi, Jurnal Mamberamo Foja — Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua resmi digelar serentak pada Rabu, 6 Agustus 2025. Dua pasangan calon bertarung dalam PSU ini: Benhur–Constant (nomor urut 01, diusung PDI-P) dan Mathius–Aryoko (nomor urut 02, diusung koalisi 15 partai politik).
Di Kabupaten Sarmi, pelaksanaan PSU di Distrik Bonggo dan Bonggo Timur berlangsung kondusif. Proses pencoblosan di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) terpantau aman hingga batas waktu pukul 14.00 WIT.
Distrik Bonggo tercatat memiliki 13 TPS, Bonggo Timur 7 TPS. Sementara di distrik tetangga, Pantai Timur memiliki 8 TPS dan Pantai Timur Bagian Barat sebanyak 12 TPS.
Pantauan langsung di TPS 01 Kampung Armopa, Bonggo, menunjukkan pemungutan suara sudah dimulai sejak pagi. Terlihat Ketua DPD Gerindra Papua, Yanni, SH, hadir bersama tokoh lokal Jimmy Maban mantan kandidat Pilkada Sarmi untuk menggunakan hak pilih mereka.
Namun, tak semua warga bisa menyalurkan suara. Di TPS 01 Taronta Srum, seorang perempuan mengaku kecewa karena namanya tidak tercantum dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Padahal, ia rutin mencoblos di lokasi tersebut. Petugas KPPS menjelaskan bahwa mekanisme PSU tahun ini mengacu pada aturan khusus yang bisa mempengaruhi status pemilih.
Di sisi lain, pelaksanaan PSU di TPS 02 Bonggo Kiren, TPS 01 Tetom Jaya, serta TPS di Gwinjaya, Tamar Sari, dan Mawes Mukti di Bonggo Timur berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Kejadian menarik terjadi di TPS 01 Ansudu Dua, Distrik Pantai Timur. Sejumlah petugas KPPS sempat meninggalkan lokasi untuk mencoblos di TPS tempat mereka terdaftar, yakni Ansudu Satu. Meski demikian, pemungutan suara tetap berlangsung karena beberapa KPPS dan saksi tetap berjaga mengamankan kotak suara.
Secara umum, pelaksanaan PSU di wilayah Bonggo dan sekitarnya berlangsung tertib, meski tantangan administratif seperti DPT masih menyisakan catatan bagi penyelenggara.
Laporan: M. Irfan

















