Foto: Andre | Tampak Calon Wakil Gubernur Papua Nomor Urut 2, Ariyoko Rumaropen, menerima dukungan dari Kepala TKBM Jayapura Jefius Fonataba, disaksikan Partai pengusung serta ratusan buruh pelabuhan, di Taman Mesran, Selasa (29/7).
Jayapura, Jurnal Mamberamo Foja – Dukungan besar terus mengalir untuk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 2, Matius Fakiri dan Ariyoko Rumaropen (MARI-YO). Sekitar 500 tenaga kerja bongkar muat (TKBM) Pelabuhan Jayapura bersama keluarga menyatakan komitmen bulat mendukung pasangan ini dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada 6 Agustus mendatang.
Konsolidasi ini dipimpin langsung Relawan MARI-YO dari kelompok ‘MATA’ (Matius-Ariyoko) yang menginisiasi pertemuan antara ratusan buruh TKBM dan Cawagub Ariyoko Rumaropen, Selasa (29/7), di Taman Mesran, Jayapura.
Dukungan Penuh dari TKBM
Kepala TKBM Jayapura, Jefius Fonataba, secara terbuka menyampaikan dukungannya. Ia menyebut MARI-YO adalah satu-satunya pasangan yang punya program nyata dan berpihak pada nasib buruh kecil.
“Kami tidak memilih karena uang. Kami memilih karena program. MARI-YO menyentuh langsung kehidupan buruh pelabuhan seperti kami. Saya pastikan seluruh anggota TKBM dan keluarga akan menangkan mereka 100 persen,” tegas Jefius disambut sorakan dukungan.
Ia juga mengungkap alasan emosional di balik dukungan itu. Dirinya dan Matius Fakiri pernah sekolah bersama dan menjadi atlet semasa muda kedekatan yang membentuk kepercayaan dan loyalitas.
Relawan ‘MATA’: MARI-YO Pasangan Serasi dan Berpengalaman
Ketua Relawan ‘MATA’, Simon Bame, menegaskan bahwa konsolidasi bersama TKBM adalah bagian dari strategi memperluas basis suara MARI-YO di Jayapura dan Saireri.
“Pasangan ini bukan hanya populer, tapi juga punya visi dan pengalaman yang nyata. MDF dari kepolisian, AR dari birokrasi. Kombinasi ini sangat kuat untuk memimpin Papua,” ujar Bame.
Menurutnya, TKBM adalah kelompok masyarakat strategis yang harus dilibatkan dalam pembangunan ke depan, terutama dalam soal jaminan kerja dan kesejahteraan keluarga buruh.
Ariyoko: “TKBM Harus Diperhatikan”
Dalam kesempatan itu, Ariyoko Rumaropen, mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua, menyatakan bahwa dirinya tahu persis situasi buruh pelabuhan.
“Saya pernah urus BPJS kalian. Saya tahu beratnya kerja kalian. Jika kami terpilih, kesejahteraan buruh pelabuhan jadi prioritas. Bukan janji kosong,” ujar Ariyoko.
Ia berjanji akan membangun sistem perlindungan dan peningkatan kapasitas buruh, bukan hanya di Jayapura, tapi juga di pelabuhan-pelabuhan lainnya di Papua.
Dukungan massif dari TKBM Jayapura menjadi sinyal bahwa pasangan MARI-YO terus menguat di akar rumput. Relawan ‘MATA’ memastikan konsolidasi ini akan terus digelar hingga menjelang PSU 6 Agustus.
Laporan: Andre Fon

















