Bupati YW Tegaskan: Pemerintah Dukung Penolakan Tambang Nikel di Cycloop

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Bupati Jayapura Yunus Wonda, SH., MH., saat merespon aspirasi FPMPC, di Parkiran Kantor Bupati Jayapura Gunung Merah Sentani, Senin (21/7).

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja — Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., menyatakan dukungan penuh terhadap aspirasi masyarakat yang menolak rencana investasi tambang nikel di kawasan Cagar Alam Cycloop.

banner 325x300

Pernyataan itu disampaikan langsung saat dirinya bersama Wakil Bupati Haris Richard S. Yocku, S.H., menemui massa aksi damai dari Forum Pemuda dan Masyarakat Peduli Cycloop (FPMPC) di halaman Kantor Bupati Jayapura, Senin (21/07/2025).

Dalam aksi tersebut, FPMPC menyuarakan penolakan tegas terhadap segala bentuk aktivitas eksplorasi dan eksploitasi tambang nikel di kawasan Gunung Cycloop. Mereka menilai, tambang akan merusak ekosistem, mengancam sumber air bersih, dan berdampak buruk bagi masyarakat adat di sekitar wilayah tersebut.

Menanggapi aspirasi itu, Bupati Yunus Wonda menegaskan bahwa hingga kini pemerintah daerah tidak pernah menerima informasi resmi terkait rencana tambang nikel di Cycloop.

“Sampai hari ini, tidak ada yang datang menyampaikan rencana tambang itu. Kalau masyarakat menolak, maka pemerintah juga ikut menolak. Ini sikap resmi,” tegas Wonda di hadapan peserta aksi.

Koordinator FPMPC, Yohanis Somisu, menyampaikan lima poin tuntutan yang diserahkan kepada pemerintah kabupaten, yakni:

1. Menolak secara tegas eksploitasi tambang nikel di kawasan Cycloop.

2. Meminta pemerintah kabupaten menyampaikan sikap tegas penolakan kepada pemerintah pusat.

3. Mendesak pemerintah menghentikan semua bentuk negosiasi terkait rencana investasi tambang.

4. Pemerintah harus menjamin perlindungan kawasan cagar alam dan masyarakat adat.

5. Meminta percepatan penyelesaian pemetaan wilayah adat agar diakui secara hukum.

Somisu menyesalkan lambannya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan hak ulayat, yang justru membuka celah bagi pihak luar untuk masuk dan merusak kawasan Cycloop.

“Kami minta pemerintah serius menanggapi lima aspirasi ini. Jangan biarkan Cycloop dirusak oleh mereka yang tidak punya rasa tanggung Jawab,” pungkasnya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *