Rumah Adat Diresmikan, LP2ME GN Dilantik: Bupati Ajak Tinggalkan Perbedaan, Bangun Jayapura Bersama

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Istimewa / Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH, MH memberikan sambutan usai peletakan batu pertama Rumah Adat Grime Nawa dan pelantikan pengurus LP2ME GN di Kampung Nimbokrang Sari. (23/4) 

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Suasana hangat penuh semangat kebersamaan mewarnai kegiatan di Kampung Nimbokrang Sari, Distrik Nimbokrang, saat Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH, MH secara resmi melantik pengurus Lembaga Pengawal Program, Monitoring dan Evaluasi Grime Nawa (LP2ME GN), sekaligus meletakkan batu pertama pembangunan Rumah Adat Masyarakat Grime Nawa.

banner 325x300

Momentum ini tidak sekadar seremoni. Di hadapan masyarakat adat yang hadir dalam jumlah besar, Bupati Yunus Wonda menyampaikan pesan kuat soal persatuan dan semangat membangun tanpa sekat perbedaan.

“Kita tinggalkan perbedaan. Tidak ada lagi istilah orang asli atau pendatang, orang gunung atau pantai, agama ini atau itu. Kita semua satu dalam rumah besar Kabupaten Jayapura,” ujarnya tegas, disambut antusias hadirin.

Menurutnya, pembangunan rumah adat bukan hanya soal fisik, melainkan juga simbol pemersatu dan pengakuan terhadap nilai-nilai budaya lokal. Ia menyatakan pemerintah akan terus mendukung pembangunan tersebut sebagai bagian dari agenda besar pemberdayaan masyarakat adat.

Bupati juga menyoroti isu krusial yang kerap menghambat pembangunan, yakni praktik palang-memalang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghentikan tindakan tersebut demi membuka ruang bagi investasi dan percepatan pembangunan.

“Jika daerah ini terus dipalang, siapa yang mau datang membangun? Mari kita beri kepercayaan kepada pemerintah untuk bekerja dan wujudkan kemajuan yang nyata,” ujarnya.

Terkait LP2ME GN, Bupati berharap lembaga ini bisa berperan strategis dalam mendukung jalannya pembangunan daerah dengan mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program-program di wilayah Grime Nawa.

Adapun susunan pengurus inti yang baru dilantik terdiri atas Ketua Alexander Tecuari, Sekretaris Hendrik Eli, dan Bendahara Yunus Sawa, serta beberapa pengurus lainnya yang akan bekerja sesuai dengan struktur kebutuhan lembaga.

“Kita semua punya peran. Pemerintah, lembaga, dan masyarakat harus satu barisan membangun Jayapura yang lebih baik,” tutup Yunus Wonda.

Laporan: Irfan / Rilis Diskominfo

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *