Foto: Irfan | Tampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, MH., dan Pimpinan Forkopimda, TNI-Polri beserta Kepala OPD juga Tokoh Adat bersama menutup Ora Event Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026 di Pantai Khalkote, Sabtu (29/8).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura untuk menjaga warisan budaya dan mempertahankan identitas jati diri di tengah derasnya arus modernisasi.
Pesan tersebut disampaikan Yunus saat menutup Pra-Event Festival Danau Sentani (FDS) XV 2026, Sabtu (29/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIT, di Kawasan Wisata Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.
Pra-Event FDS XV berlangsung selama lima hari, sejak 25 hingga 29 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian menuju pelaksanaan FDS XV yang dijadwalkan berlangsung pada 3-5 September 2026 dan direncanakan dibuka Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Yunus Wonda mengatakan, Pra-Event FDS tidak sekadar menjadi ruang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga momentum untuk menggali dan memperkenalkan kembali potensi budaya yang tersebar di kampung-kampung dan distrik di Kabupaten Jayapura.
“Makna tema kita hari ini, ‘Budayaku adalah Hidupku’. Saya berharap dengan pra-event festival ini, mari kita semua mencari potensi yang ada di kampung-kampung dan distrik-distrik kita, yakni potensi budaya,” ujar Yunus.
Ia menegaskan, perkembangan budaya modern tidak boleh membuat masyarakat kehilangan akar budaya yang telah diwariskan para leluhur secara turun-temurun.
Menurutnya, modernisasi merupakan bagian dari perkembangan zaman yang tidak mungkin dihindari. Namun, kemajuan tersebut harus berjalan seiring dengan upaya mempertahankan identitas dan jati diri masyarakat adat.
“Modernisasi boleh hadir, tapi budaya tidak boleh sampai tergilas. Mari kita semua, generasi yang ada hari ini, mempertahankan dan menjaga identitas kita, jati diri kita yang sudah dijaga oleh leluhur dan orang tua-tua kita,” tegasnya.
Baca juga: Gubernur Fakhiri: FDS XV Harus Jadi Motor Pelestarian Budaya dan Ekonomi Masyarakat
Yunus menyebutkan, FDS tahun ini lebih banyak memberikan ruang bagi penampilan dan ekspresi budaya adat masyarakat Kabupaten Jayapura.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengesampingkan berbagai perbedaan demi kemajuan kebudayaan daerah.
“Kalau masih ada yang tidak senang atau tidak setuju, mari kita tinggalkan seluruh perbedaan dan mari kita majukan budaya kita, terutama budaya di Kabupaten Jayapura,” ajaknya.
Stand Tetap Dibuka hingga 2 September
Dalam kesempatan tersebut, Yunus meluruskan bahwa penutupan Pra-Event FDS pada 29 Agustus bukan berarti seluruh aktivitas di kawasan festival ikut berakhir.
Ia memastikan seluruh stan yang telah dibuka sejak 25 Agustus tetap beroperasi hingga 2 September 2026. Sementara puncak pelaksanaan FDS XV akan dimulai pada 3 September.
“Bukan berarti kita tutup hari ini, terus stan berhenti. Tidak. Stan tetap. Kalau masih mau datang, silakan. Ini terus akan dibuka sampai tanggal 2 dan tanggal 3 itu puncaknya,” jelasnya.
Yunus meminta para pelaku usaha tetap mempertahankan aktivitasnya dan tidak terburu-buru menutup lapak, mengingat kawasan tersebut masih akan ramai dikunjungi masyarakat hingga pelaksanaan acara puncak.
Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk tetap mengisi kegiatan panggung hingga menjelang pelaksanaan FDS XV.
Kawasan FDS Dipertahankan sebagai Pusat Ekonomi
Lebih lanjut, Yunus menegaskan kawasan Festival Danau Sentani tidak akan berhenti beraktivitas setelah seluruh rangkaian FDS XV berakhir pada 5 September 2026.
Menurutnya, berbagai fasilitas wisata dan pusat kuliner yang telah dibangun pemerintah daerah akan tetap dimanfaatkan sebagai ruang aktivitas ekonomi masyarakat.
“Setelah event ini selesai, kita akan tutup di tanggal 5 nanti, lokasi ini tidak akan kami tutup. Semua yang ada, kuliner-kuliner, pembangunan yang sudah dibangun oleh pariwisata itu akan tetap berjalan,” katanya.
Ia menegaskan keberlanjutan kawasan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Jayapura.
“Kami ingin tempat ini, ekonomi harus hidup di daerah ini. Ekonomi harus hidup di Kabupaten Jayapura,” tegas Yunus.
Di akhir sambutannya, Bupati Jayapura juga mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan kedisiplinan di kawasan wisata Pantai Khalkote agar kawasan tersebut tetap nyaman dan menjadi kebanggaan bersama.
“Terima kasih untuk seluruh masyarakat yang selama ini sudah menjaga kebersihan. Mari kita terus budayakan kebersihan, mari kita budayakan disiplin untuk menjaga lokasi ini, supaya lokasi ini menjadi kebanggaan kita semua, masyarakat di Kabupaten Jayapura,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan


















