Foto: Irfan | Origenes Kaway (OK) Tokoh Adat Papua asal Sentani, Kabupaten Jayapura, yang juga Anggota DPR Papua, saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait rencana aksi penyampaian aspirasi BPP-KNPB di Kabupaten Jayapura, Jumat (14/8/2026).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Tokoh adat Papua asal Sentani, Kabupaten Jayapura, Origenes Kaway mengajak seluruh masyarakat di Bumi Khenambay Umbay untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kedamaian menjelang rencana aksi penyampaian aspirasi yang akan digelar Badan Pekerja Pusat–Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB), Sabtu (15/8/2026).
Aksi tersebut rencananya digelar secara serentak di sejumlah wilayah Tanah Papua sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait situasi kemanusiaan di Papua.
Origenes Kaway yang juga Ondoafi Kampung Bambar sekaligus Anggota DPR Papua dari Daerah Pemilihan Kabupaten Jayapura mengatakan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Namun, hak tersebut menurutnya perlu dijalankan dengan penuh tanggung jawab, tertib dan damai.
“Tidak ada yang melarang masyarakat menyampaikan aspirasi. Tetapi cara menyampaikannya harus bijaksana dan jangan sampai keluar dari tujuan aksi sehingga menimbulkan persoalan baru,” ujar Origenes saat memberikan keterangan kepada wartawan di Sentani, Jumat (14/8/2026) petang.
Pria yang akrab disapa OK ini secara khusus mengingatkan masyarakat yang mengikuti aksi agar tidak mudah terprovokasi.
Ia meminta seluruh peserta menjaga sikap dan menghindari tindakan yang dapat memicu konflik maupun mengganggu ketertiban umum.

Baca juga: Soroti Program MBG, Origenes Kawai: Papua Punya Kebutuhan Berbeda
Menurutnya, masyarakat Papua memiliki nilai-nilai budaya yang kuat, antara lain kasih, saling menghargai, menghormati dan membantu satu sama lain. Nilai tersebut, kata dia, harus menjadi dasar dalam menyampaikan setiap aspirasi.
“Mari kita tunjukkan budaya kita sebagai orang Papua. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai perbedaan itu menjadi alasan untuk memecah persatuan,” tegasnya.
Ondo Origenes juga mengajak masyarakat untuk menyikapi setiap persoalan secara dewasa serta mengedepankan persaudaraan. Ia berharap setiap pergumulan yang dihadapi dapat diserahkan kepada Tuhan tanpa memaksakan kehendak.
“Jangan kita paksa Tuhan, karena Tuhan punya cara yang tidak seperti cara manusia. Itulah harapan saya untuk kegiatan besok bagi masyarakat yang akan melakukan aksi demo,” katanya.
Minta Aparat Kedepankan Pendekatan Humanis
Selain mengingatkan masyarakat, Origenes Kaway juga meminta aparat keamanan yang bertugas mengawal aksi, baik TNI maupun Polri, agar menjalankan tugas secara profesional, humanis dan terukur.
Ia berharap pengamanan tidak dilakukan secara berlebihan selama massa menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai.
“Kita sama-sama manusia, jadi harus saling menghargai dan menghormati. Kecuali sudah melewati batas, tentu pengamanan tetap harus dilakukan secara terukur,” jelasnya.
Menurut Origenes, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat maupun aparat keamanan diharapkan dapat menahan diri serta tidak mudah terpancing provokasi.
“Mari sama-sama saling menjaga supaya seluruh proses penyampaian aspirasi dapat berlangsung dengan baik sampai selesai. Saya kira semua masyarakat menginginkan kedamaian,” ujarnya.
Ia berharap rencana aksi BPP-KNPB pada Sabtu (15/8/2026) dapat berlangsung aman, damai dan tertib serta tidak menimbulkan gangguan maupun keresahan bagi masyarakat lainnya.
Laporan: M. Irfan


















