Foto: Irfan | Tampak Jeremias Demetouw, perwakilan orang tua murid SD YPK Wambena, menyampaikan aspirasi kepada Wamendagri, Dr. Ribka Haluk, MM, Wakil Kepala BGN, Mayjen TNI Trenggono, Wagub Papua, Dr. Aryoko Rumaropen, M.Eng., Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, MH., serta sejumlah pejabat saat kunjungan penanganan kasus dugaan keracunan MBG su Distrik Depapre, Kamis, (6/8).
Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Perwakilan orang tua murid SD YPK Wambena, Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Jeremias Demotouw, mendesak pemerintah menghentikan sementara pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah pesisir Tanah Merah menyusul peristiwa dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung di hadapan Wakil Menteri Dalam Negeri, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., bersama jajaran pemerintah pusat dan daerah saat meninjau penanganan para korban.
Jeremias mengatakan dirinya berbicara atas nama para orang tua yang anak-anaknya terdampak dalam kejadian sejak 4 Agustus 2026.
“Saya menyampaikan dengan jujur bahwa anak saya juga menjadi korban setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis. Ini adalah kenyataan yang kami alami di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, peristiwa tersebut bukan hanya berdampak pada kondisi kesehatan anak-anak, tetapi juga memberikan beban bagi para orang tua yang harus mendampingi mereka selama menjalani perawatan.
“Sudah hampir tiga hari kami menjaga anak-anak di rumah sakit. Mereka yang sakit, tetapi kami sebagai orang tua juga ikut merasakan penderitaannya,” katanya.
Atas dasar itu, masyarakat pesisir Tanah Merah meminta agar Program MBG dihentikan sementara hingga penyebab dugaan keracunan diketahui secara pasti dan ada jaminan keamanan bagi para siswa.
“Kami meminta Program Makan Bergizi Gratis di wilayah kami dihentikan sementara. Jangan sampai ada lagi anak-anak yang menjadi korban,” tegas Jeremias.
Ia juga mendesak pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program agar kejadian serupa tidak terulang.
Baca juga: BGN Akui Kelalaian di Dapur MBG Jayapura, SPPG Disetop Sementara dan Dievaluasi Total
Selain itu, Jeremias berharap pemerintah lebih memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan, termasuk menghadirkan pendidikan gratis bagi seluruh anak Indonesia.
“Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan kebutuhan masyarakat, terutama pendidikan. Negara ini kaya, termasuk Papua yang memiliki sumber daya alam melimpah,” ujarnya.
Jeremias menegaskan bahwa pernyataan yang disampaikannya merupakan hasil kesepakatan bersama para orang tua murid.
“Apa yang saya sampaikan ini adalah aspirasi bersama masyarakat dan para orang tua murid,” katanya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Ribka Haluk,MM., meminta masyarakat tetap bersabar karena pemerintah bersama aparat penegak hukum masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan.
Menurutnya, tim investigasi telah dibentuk dan saat ini bekerja mengumpulkan data serta fakta di lapangan.
“Mari kita fokus terlebih dahulu pada pemulihan anak-anak. Pemerintah sedang melakukan pemeriksaan agar penyebab kejadian ini dapat diketahui secara pasti,” ujar Ribka.
Baca juga: Kasus Keracunan MBG di Depapre Tembus 527 Korban, Dinkes Papua Pastikan Tak Ada Pasien Kritis

Sementara itu, Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, S.H., M.H., memastikan Pemerintah Kabupaten Jayapura terus memantau perkembangan kondisi seluruh korban hingga dinyatakan pulih.
“Pemerintah akan terus melakukan monitoring terhadap pelayanan kesehatan dan memastikan seluruh anak mendapatkan penanganan sampai benar-benar sembuh,” katanya.
Yunus Wonda juga menjelaskan bahwa pemerintah belum dapat menyampaikan jumlah pasti korban karena proses pendataan masih berlangsung.
“Data masih terus diverifikasi. Setelah valid dan akurat, kami akan menyampaikannya kepada masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, prioritas pemerintah saat ini adalah memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan medis terbaik hingga kembali sehat dan dapat mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.
“Kami terus memantau proses pemulihan anak-anak setiap hari. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar mereka segera sembuh dan kembali bersekolah,” tutupnya.
Laporan: M. Irfan


















