Foto: istimewa | Nampak Gubernur Papua Matius Fakhiri, SIK., MH, bersama Menlu RI, Sugiono, B.Sc., MBA., Selasa (30/6) di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta.
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat langkah strategis untuk menempatkan Provinsi paling timur ini sebagai gerbang utama Indonesia menuju kawasan Pasifik. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K., M.H., dengan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, B.Sc., M.B.A.
Pertemuan tersebut membahas berbagai strategi untuk memperkuat posisi Papua sebagai pusat diplomasi, kerja sama internasional, sekaligus penghubung Indonesia dengan negara-negara Melanesia dan kawasan Pasifik.
Gubernur Matius Fakhiri menegaskan bahwa Papua memiliki modal strategis yang tidak dimiliki daerah lain. Selain letaknya yang berbatasan langsung dengan kawasan Pasifik, Papua juga memiliki kekayaan budaya, potensi pariwisata, sumber daya alam, serta prestasi olahraga yang dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarbangsa.
“Papua memiliki posisi yang sangat strategis sebagai wajah Indonesia di kawasan Pasifik. Potensi yang kita miliki harus dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama internasional melalui olahraga, budaya, pariwisata, hingga hubungan ekonomi yang saling menguntungkan,” ujar Matius Fakhiri.
Menurutnya, Papua sudah saatnya mengambil peran yang lebih besar dalam diplomasi Indonesia di kawasan Pasifik. Dengan dukungan pembangunan infrastruktur yang terus meningkat, kualitas sumber daya manusia yang semakin baik, serta stabilitas daerah yang terus dijaga, Papua dinilai siap menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional.
Ia meyakini penyelenggaraan event olahraga, festival budaya, forum ekonomi, hingga pertemuan diplomatik berskala internasional akan memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kunjungan wisatawan, terbukanya peluang investasi, serta terciptanya lapangan kerja bagi masyarakat Papua.
Selain memperkuat hubungan Indonesia dengan negara-negara Melanesia, langkah tersebut juga diharapkan semakin mengukuhkan posisi Papua sebagai pintu gerbang Indonesia menuju kawasan Pasifik.
Baca juga: Gubernur Matius Fakhiri Titip Pesan Khusus untuk Kontingen Pesparawi Papua
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan sebagai modal utama membangun kepercayaan dunia internasional terhadap Papua.
“Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Papua adalah daerah yang aman, damai, terbuka, dan siap menjadi tuan rumah berbagai kegiatan internasional. Dengan keamanan yang terjaga, investor akan datang, wisatawan akan berkunjung, dan kerja sama dengan negara-negara Pasifik akan semakin berkembang,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur berharap sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Papua terus diperkuat sehingga berbagai program strategis yang menghubungkan Indonesia dengan kawasan Pasifik dapat diwujudkan secara bertahap.
“Papua bukan hanya beranda timur Indonesia, tetapi juga pintu masa depan Indonesia menuju Pasifik. Karena itu, pembangunan Papua harus dipandang sebagai investasi strategis bagi kepentingan nasional sekaligus untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” pungkas Matius Fakhiri.
Laporan: Sony Rumainum

















