Mecky Alle: Jangan Terprovokasi Isu Hoaks, Kehadiran Kodim untuk Kepentingan Masyarakat Mamberamo Raya

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak Mecky Alle, SE., selaku tokoh intelektual Kabupaten Mamberamo Raya, bersama pasukan TNI. 

Kasonaweja, jurnalmamberamofoja.com – Tokoh intelektual Mamberamo Raya, Mecky Alle, mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terpengaruh berbagai informasi yang beredar di media sosial mengenai rencana pembangunan Batalyon dan Kodim di Kabupaten Mamberamo Raya. Menurutnya, kehadiran TNI merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

banner 325x300

Pernyataan tersebut disampaikan Mecky Alle, Senin (29/6). Ia menegaskan bahwa masyarakat perlu menyaring setiap informasi sebelum mempercayainya agar tidak terjebak pada isu-isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Mecky yang juga menjabat sebagai Ketua Rakorda PPIR dan Ketua DPD BARCYIRA Mamberamo Raya mengatakan, keberadaan TNI di daerah bukan semata menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga memiliki peran membantu pemerintah dalam berbagai program pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.

Ia menjelaskan, selama ini TNI aktif mendukung pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), pembangunan jalan, jembatan, fasilitas umum, pelayanan kesehatan, penanggulangan bencana, hingga pendampingan ketahanan pangan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di berbagai daerah.

“Kehadiran TNI harus dipandang sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat pembangunan, terutama bagi wilayah yang masih mengalami keterbatasan akses seperti Mamberamo Raya,” ujarnya.

Tampak Mecky Alle, SH., ketika mengikuti pelantikan Ketua PPIR Mamberamo Raya
Tampak Mecky Alle, SH., ketika mengikuti pelantikan Ketua PPIR Mamberamo Raya

Baca juga: Mecky Alle Resmi Pimpin PPIR Mamberamo Raya, Fokus Kaderisasi dan Penguatan Organisasi

Mecky juga menegaskan bahwa para tokoh adat, pemilik hak ulayat, dan pemerintah daerah telah memberikan izin resmi untuk pembangunan Batalyon maupun Kodim di Burmeso, Kabupaten Mamberamo Raya. Selama ini wilayah tersebut masih berada di bawah Kodim 1712/Sarmi yang dipimpin Perwira Penghubung.

Di akhir penyampaiannya, Mecky menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan TNI dan seluruh jajaran atas berbagai unggahan maupun informasi yang dibuat oleh sejumlah pihak di media sosial. Menurutnya, hal itu kemungkinan terjadi karena mereka belum memperoleh informasi secara utuh mengenai rencana kehadiran TNI di Mamberamo Raya.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi, Mecky mengungkapkan bahwa TNI akan menggelar kegiatan penyuluhan dan sosialisasi pada 1 Juli mendatang. Ia mengajak seluruh tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, mahasiswa, dan masyarakat untuk hadir agar memperoleh penjelasan langsung mengenai tujuan pembentukan Kodim dan Batalyon di Kabupaten Mamberamo Raya.

Menurutnya, forum tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk bertanya secara terbuka sehingga tidak lagi muncul kesalahpahaman ataupun informasi yang simpang siur.

Dalam kesempatan tersebut, Mecky Alle juga menegaskan bahwa usulan pembangunan atau pendirian Kodim di Kabupaten Mamberamo Raya merupakan aspirasi yang berasal dari masyarakat setempat dan telah diperjuangkan sesuai mekanisme hukum sejak tahun 2024.

Menurutnya, program pembangunan Kodim di Mamberamo Raya bukan merupakan kepentingan pemerintah pusat maupun program dari luar daerah, melainkan lahir dari kebutuhan masyarakat Mamberamo Raya sendiri yang menginginkan adanya Kodim sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan di daerah.

Mecky juga kembali mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Laporan: Roy Hamadi

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *