Foto: istimewa | Tampak Atlet Skateboard putri Papua, Fachriza Naysila atau Cilla Kincii peraih emas di ajang level start national championship, Indonesia Skateboarding Series (ISS) Sabtu (27/6), berlangsung di Slipi Skatepark.
Jakarta, jurnalmamberamofoja.com – Di balik gemerlap medali emas yang diraih atlet skateboard putri Papua, Fachriza Naysila atau yang akrab disapa Cilla Kincii, tersimpan kisah perjuangan panjang yang dipenuhi pengorbanan keluarga. Tanpa dukungan pembiayaan dari organisasi, remaja 14 tahun asal Jayapura itu berhasil membuktikan kualitasnya dengan menjadi juara kategori Senior Putri pada Indonesia Skateboarding Series (ISS) 2026 di Slipi Skatepark, Jakarta.
Keberhasilan tersebut diraih pada Sabtu (27/6/2026) malam dalam ajang bergengsi level Star National Championship yang digelar PB PORSEROSI pada 26–28 Juni 2026 dan diikuti atlet-atlet skateboard terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia.
Cilla, kelahiran Jayapura, 17 Mei 2012, merupakan atlet binaan yang sehari-hari berlatih di Skatepark Black Land Abepura. Putri pasangan Asep Supriyatna S. dan Ika Maya Sari ini telah menekuni olahraga skateboard sejak usia dini dan terus menunjukkan perkembangan pesat hingga mampu bersaing di level nasional.
Ketua Umum Pengurus Provinsi (Pengprov) PORSEROSI Papua, Mika Sapan, mengaku bangga atas pencapaian atlet muda tersebut. Menurutnya, medali emas yang diraih Cilla menjadi bukti bahwa Papua memiliki potensi besar di cabang olahraga
skateboard.
“Kami sangat bangga dengan pencapaian Cilla di ISS 2026 Jakarta. Ini membuktikan bahwa Papua memiliki talenta-talenta hebat di cabang olahraga skateboard. Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda Papua untuk terus berlatih dan berprestasi,” ujar Mika Sapan, Minggu (28/6/2026).
Di balik keberhasilan itu, Sekretaris PORSEROSI Papua, Yonas Randan Buak, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa perjalanan Cilla menuju podium juara tidaklah mudah. Bersama keluarganya, ia harus berjuang secara mandiri mengikuti berbagai kejuaraan di sejumlah daerah, bahkan sempat menetap di Bali demi meningkatkan kemampuan bertanding.
Menurut Yonas, seluruh perjuangan tersebut dilakukan tanpa bantuan pendanaan dari PORSEROSI Papua. Namun, tekad Cilla dan keluarganya tidak pernah berubah, yakni membawa nama Papua meraih prestasi di tingkat nasional.
“Perjuangan Cilla adalah perjuangan keluarga. Mereka rela berpindah ke Bali untuk berlatih, mengikuti berbagai kompetisi dengan biaya sendiri, hanya demi mengharumkan nama Provinsi Papua. Mudah-mudahan prestasi ini mendapat perhatian dari KONI Papua di bawah kepemimpinan Gubernur Mathius Fakhiri sehingga pembinaan atlet-atlet berprestasi dapat semakin ditingkatkan,” ungkapnya.

Baca juga: PERSEROSI All Out Dukung Matius Fakhiri Pimpin KONI Papua
Yonas menambahkan, kepengurusan baru PORSEROSI Papua di bawah kepemimpinan Mika Sapan berkomitmen membangun sistem pembinaan atlet yang lebih baik agar lahir lebih banyak atlet skateboard Papua yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Meski usianya masih sangat muda, Cilla telah mengoleksi sederet prestasi membanggakan. Di antaranya Juara 2 FORNAS VI Palembang 2021, Juara 1 Kejurnas NASCHAMP Bogor 2024, Juara 3 King of Kuta Bali 2024, Juara 1 Amplitude Futurelines Bali 2025 dan 2026, Juara 2 FORNAS VIII NTB 2025, Juara 3 Kejurnas Piala Ibu Negara Bandung 2025, hingga akhirnya menorehkan prestasi tertinggi dengan meraih medali emas ISS 2026 Jakarta pada kategori Senior Putri.
Keberhasilan tersebut bukan sekadar kemenangan di arena pertandingan. Medali emas yang dibawa pulang Cilla menjadi simbol keteguhan, kerja keras, serta besarnya pengorbanan keluarga yang selama ini berjuang sendiri demi menjaga mimpi seorang putri Papua tetap hidup. Prestasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa talenta-talenta muda Papua layak memperoleh perhatian dan dukungan yang lebih besar agar terus mengharumkan nama daerah di panggung nasional.
Laporan: Roy Hamadi

















