Usai Resmikan Jalan Lingkar Selatan, Pemkab Jayapura Kejar Konektivitas hingga Demta dan Yongsu

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH.,MH., didampingi Wabup Haris Richard S. Yocku, SH., Asisten I Setda, Gilberd Yakwart, S.STP., Kepala Distrik Sentani Kota, Jack Puraro,M.Si., juga sejumlah staf lainnya ketika memberikan keterangan pers, Rabu (24/6).

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Peresmian Jalan Lingkar Selatan oleh Presiden menjadi momentum penting bagi Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah.

banner 325x300

Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, SH.,MH., menegaskan bahwa setelah rampungnya proyek strategis tersebut, pemerintah akan terus mendorong pembangunan akses jalan ke sejumlah daerah yang masih membutuhkan konektivitas memadai.

Menurut Yunus Wonda, Jalan Lingkar Selatan merupakan bagian dari program pembangunan nasional yang direalisasikan pemerintah pusat melalui anggaran negara setelah melalui proses usulan dan koordinasi bersama pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut tidak dapat dilekatkan pada keberhasilan individu tertentu karena merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Jalan ini dibangun negara untuk kepentingan rakyat. Tugas pemerintah daerah adalah memperjuangkan dan mengawal usulan agar dapat diwujudkan menjadi program pembangunan,” ujar Wonda usai memimpin rapat internal pemerintah daerah di Sentani.

Bupati mengatakan keberadaan Jalan Lingkar Selatan diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, membuka akses ekonomi baru, serta mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten Jayapura.

Meski demikian, perhatian pemerintah tidak berhenti pada proyek tersebut. Saat ini, Pemkab Jayapura terus mendorong pembangunan sejumlah ruas jalan strategis lainnya, termasuk akses menuju Distrik Demta dan ruas Yongsu–Ravenirara yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.

“Masih ada sejumlah wilayah yang membutuhkan dukungan infrastruktur. Karena itu kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi agar pembangunan dapat berlanjut,” katanya.

Baca juga: Yunus Wonda Tegas: Jangan Palang Jalan Lingkar Selatan, Manfaatkan Wisata untuk Usaha Produktif

Selain fokus pada pembangunan jalan, Yunus Wonda juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah mengarahkan program kerja pada kegiatan yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Ia menilai pembangunan tidak hanya diukur dari banyaknya program yang dijalankan, tetapi sejauh mana manfaatnya dirasakan warga.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, pemerintah daerah saat ini mengembangkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor perikanan. Di kawasan Danau Sentani, misalnya, pemerintah menyiapkan bantuan keramba bagi masyarakat adat, sementara di wilayah pesisir dilakukan pembangunan terumbu buatan guna mendukung produktivitas nelayan.

“Kami ingin setiap dinas memiliki program prioritas yang jelas dan terukur. Fokus pada program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat akan memberikan hasil yang lebih nyata,” tegasnya.

Kabupaten Jayapura sendiri menerapkan konsep pembangunan berbasis tiga zona, yakni Zona Sentani, Zona Tanah Merah, dan Zona Grime Nawa. Pendekatan tersebut dilakukan untuk memastikan pemerataan pembangunan serta pelayanan pemerintah di seluruh wilayah kabupaten.

Menjelang penyusunan program tahun anggaran berikutnya, Yunus Wonda juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar mempercepat proses perencanaan, tender, dan pelaksanaan kegiatan sehingga target pembangunan dapat tercapai tepat waktu dan penyerapan anggaran berjalan optimal.

“Yang paling penting adalah masyarakat merasakan manfaat pembangunan. Itu yang menjadi ukuran keberhasilan pemerintah,” pungkasnya.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *