Foto: Sony | Tampak Asisten Bidang Umum Setda Papua Suzana Wanggai, S.Pd., MSocSc., Ketua Tim Pusat Penelitian Biodiversitas dan Konservasi Uncen, Dr. Basa T. Rumahorbo, M.Si., Head Operations Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food, Dr. Haskarlianus Pasang, juga peserta lainnya di sela Seminar, Selasa (23/6).
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Upaya menjaga kekayaan hayati Papua terus diperkuat melalui kolaborasi antara dunia akademik dan sektor swasta. Sinar Mas Agribusiness and Food bersama Universitas Cenderawasih (UNCEN) menggelar seminar bertajuk “Burung Cenderawasih di Lanskap Produksi Papua: Pendekatan Ilmiah dan Kolaboratif” di Jayapura, Juni 2026, sebagai bagian dari upaya mendorong pelestarian biodiversitas secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Mathius D. Fakhiri, S.I.K., M.H., diwakili oleh Asisten III Bidang Umum Suzanna Wanggai, S.Pd., MSocSc., dan dihadiri Bupati Jayapura, Wali Kota Jayapura, perwakilan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, pimpinan perguruan tinggi, akademisi, tokoh masyarakat, hingga pelaku usaha.
Dalam sambutannya, Gubernur Mathius Fakhiri yang dibacakan Asisten III Suzana Wanggai menegaskan bahwa Papua memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak untuk menjaga keberlangsungannya. Menurutnya, upaya pelestarian tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan harus melalui kolaborasi pemerintah, akademisi, masyarakat dan dunia usaha.
Seminar tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman mengenai konservasi keanekaragaman hayati Papua, khususnya burung cenderawasih dan satwa endemik lainnya yang memiliki nilai ekologis maupun budaya yang tinggi.
Sejumlah narasumber dari Universitas Cenderawasih, BBKSDA Papua, dan Sinar Mas Agribusiness and Food memaparkan pentingnya pendekatan ilmiah dalam mendukung perlindungan lingkungan.
Salah satu hasil yang dipaparkan merupakan penelitian kolaboratif antara Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi Universitas Cenderawasih dengan Sinar Mas Agribusiness and Food di Distrik Kaureh, Kabupaten Jayapura. Penelitian tersebut mencakup identifikasi jenis burung, karakteristik vegetasi habitat, serta aspek sosial terkait persepsi masyarakat terhadap keberadaan satwa endemik Papua.
Ketua Tim Peneliti Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi Universitas Cenderawasih, Dr. Basa T. Rumahorbo, M.Si., mengatakan kajian tersebut dilakukan untuk memperkuat basis data dan memperdalam pemahaman mengenai kondisi biodiversitas Papua.
“Melalui kajian ini, kami berupaya memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai kondisi habitat, keberadaan spesies burung, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam upaya pelestarian biodiversitas,” ujarnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan konservasi perlu ditopang oleh riset yang berkelanjutan, edukasi kepada masyarakat, serta sinergi lintas sektor. Temuan tersebut diharapkan menjadi referensi penting dalam pengelolaan kawasan bernilai konservasi tinggi di Papua pada masa mendatang.
Baca juga: Raker Uncen 2026 Resmi Berakhir, Kampus Tegaskan Komitmen Jadi Motor Perubahan di Papua
Head Operations Sustainability Sinar Mas Agribusiness and Food, Dr. Haskarlianus Pasang, mengatakan kemitraan dengan Universitas Cenderawasih merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab dan berbasis ilmu pengetahuan.
“Kami meyakini bahwa pelestarian biodiversitas memerlukan pendekatan ilmiah dan kolaborasi multipihak. Melalui kemitraan dengan Universitas Cenderawasih dan berbagai pemangku kepentingan lainnya, kami berharap dapat berkontribusi dalam mendukung pengembangan pengetahuan, perlindungan habitat, serta upaya pelestarian biodiversitas Papua secara berkelanjutan,” katanya.
Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan berharap hasil penelitian yang telah dilakukan dapat memperkuat program konservasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendukung perlindungan habitat dan kekayaan hayati Papua untuk generasi mendatang.
Langkah ini juga sejalan dengan implementasi Kebijakan Sosial dan Lingkungan GAR (KSLG) yang mendorong praktik usaha yang bertanggung jawab dengan memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan jangka panjang.
Laporan: Sony Rumainum

















