Foto: Irfan | Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, M.M., didampingi para narasumber ketika menabuh Tifa sebagai tanda dibukanya kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan TB dan HIV/AIDS, di Ballroom Lt. 7 Hotel Grand Abe, jalan raya Abepura, Jumat, (12/6).
Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Upaya menekan angka kasus Tuberkulosis (TB) dan HIV/AIDS di Kota Jayapura terus diperkuat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura menggandeng insan pers, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta komunitas peduli kesehatan dalam kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Penanggulangan TB dan HIV/AIDS yang berlangsung di Ballroom Lantai 7 Hotel Grand Abe, Abepura, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, M.M., yang ditandai dengan penabuhan tifa bersama para narasumber. Sosialisasi diikuti oleh awak media cetak, online, dan elektronik dari Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, hingga Kabupaten Keerom, serta sejumlah organisasi dan komunitas yang selama ini aktif mendampingi penderita HIV/AIDS dan TB.
Ketua Panitia, Ns. Yusnita Pabeno, S.Kep., M.Kep., mengatakan keterlibatan media menjadi bagian penting dalam strategi pencegahan dan penanggulangan kedua penyakit menular tersebut. Menurutnya, media memiliki peran besar dalam menyampaikan informasi yang benar, berkelanjutan, dan mudah dipahami masyarakat.
“Kami ingin teman-teman media turut menjadi mitra dalam menyebarluaskan informasi yang tepat terkait apa yang telah, sedang, dan akan dilakukan Dinas Kesehatan bersama LSM maupun komunitas peduli TB dan HIV/AIDS di Kota Jayapura,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan membekali peserta dengan pemahaman yang komprehensif mengenai tantangan, hambatan, serta berbagai upaya yang sedang dilakukan dalam penanggulangan HIV/AIDS dan TB.
Selain itu, sosialisasi ini juga diharapkan mampu menyamakan persepsi seluruh pihak agar pemberitaan yang disajikan tidak hanya berfokus pada angka kasus, tetapi juga menghadirkan kisah perjuangan, harapan, keberhasilan, serta tantangan yang masih membutuhkan dukungan bersama.
“Kami ingin meminimalisir stigma dan diskriminasi yang masih berkembang di masyarakat. Melalui informasi yang tepat, kita dapat membangun pemahaman yang lebih baik dan mendukung upaya eliminasi HIV/AIDS dan TB secara bersama-sama,” katanya.

Baca juga: Yanni Desak Terobosan Penanganan HIV dan TBC: Jangan Biarkan Keluarga Menjadi Korban Penularan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, mengungkapkan bahwa HIV/AIDS masih menjadi persoalan serius yang memerlukan perhatian semua pihak.
Menurutnya, Kota Jayapura saat ini menjadi wilayah dengan jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi di Papua. Tingginya mobilitas penduduk dan arus keluar-masuk masyarakat menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi kondisi tersebut.
“HIV/AIDS adalah persoalan global yang juga terjadi di Indonesia, Papua, dan Kota Jayapura. Karena itu, upaya pencegahan dan penanggulangannya tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Kesehatan,” tegas Juliana.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menargetkan eliminasi sejumlah penyakit menular, termasuk HIV/AIDS, pada tahun 2030. Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk media massa yang memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi, meluruskan informasi yang keliru, serta mengurangi stigma terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) maupun penderita Tuberkulosis,” ujarnya.
Melalui pemberitaan yang edukatif, akurat, dan berimbang, media diharapkan dapat menjadi jembatan antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan, deteksi dini, pengobatan, serta dukungan terhadap para penderita.
Juliana juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi dan berbagi pengalaman terkait berbagai persoalan yang ditemui di lapangan.
“Kami berharap para insan pers memperoleh informasi yang benar mengenai HIV/AIDS dan Tuberkulosis, sehingga dapat menghasilkan pemberitaan yang mendukung percepatan eliminasi TB serta pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Kota Jayapura,” pungkasnya.
Laporan: M. Irfan

















