Owen Rahadiyan Soroti Aksi Brutal Pasca Laga: ‘Ini Bukan Cerminan Suporter Persipura

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan | Tampak Owen Rahadiyan, Manajer Persipura Jayapura ketika memberikan keterangan Pers kepada awak media di stadion Lukas Enembe, Minggu (10/5). 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com — Manajemen Persipura Jayapura bersama aparat kepolisian mulai menyelidiki pelaku kericuhan yang terjadi usai laga kandang di Stadion Lukas Enembe, Jumat (8/5/2026). Insiden tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas stadion rusak hingga beberapa kendaraan dibakar massa di sekitar lokasi pertandingan.

banner 325x300

Manajer Persipura Jayapura, Owen Rahadiyan, menyayangkan kericuhan yang pecah setelah pertandingan berlangsung. Menurutnya, aksi anarkis tersebut mencederai citra dan kebanggaan suporter Persipura yang selama ini dikenal loyal mendukung tim berjuluk Mutiara Hitam.

“Beberapa pertandingan kandang sebelumnya berjalan aman dan lancar. Karena itu, kejadian kemarin sangat disesalkan dan tidak mencerminkan marwah suporter Persipura,” ujar Owen di Stadion Lukas Enembe, Minggu (10/5/2026).

Ia mengungkapkan, manajemen kini berkoordinasi intensif dengan pihak kepolisian untuk mengidentifikasi para pelaku. Sejumlah rekaman CCTV di sekitar stadion sedang dikumpulkan, termasuk video milik warga yang merekam situasi saat kericuhan terjadi.

“Kami sedang berdiskusi dengan kepolisian. Rekaman CCTV sementara dikumpulkan. Kalau masyarakat punya video saat kejadian, kami harap bisa diserahkan untuk membantu proses investigasi,” katanya.

Baca juga: Mama-Mama Papua Turun Bersih-Bersih Stadion Lukas Enembe, Serukan Stop Kerusuhan

Owen mengakui kekecewaan suporter terhadap hasil yang diraih Persipura musim ini. Namun ia meminta masyarakat tetap menunjukkan kedewasaan dalam mendukung tim, sebab kalah dan menang merupakan bagian dari sepak bola.

“Kalau kita ingin menang, maka kita juga harus siap menerima hasil ketika perjalanan tidak sesuai harapan. Kedewasaan suporter akan menjadi kekuatan besar bagi Persipura,” ujarnya.

Ia juga menyoroti aksi pembakaran kendaraan dan perusakan fasilitas umum yang dinilai tidak ada kaitannya dengan pertandingan sepak bola. Menurut Owen, tindakan tersebut justru merugikan masyarakat Papua sendiri.

“Tidak ada hubungan antara bakar kendaraan dengan pertandingan sepak bola. Stadion Lukas Enembe ini kebanggaan Papua dan harus dijaga bersama,” tegasnya.

Di tengah situasi pascakericuhan, aksi solidaritas justru datang dari masyarakat. Sejumlah mama-mama Papua bersama warga turun langsung membersihkan area stadion yang dipenuhi sampah dan sisa kerusakan.

Salah satunya Yohana Hilapok yang mengaku tergerak ikut membersihkan stadion karena kecintaannya terhadap Persipura dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Kami turun bersih-bersih karena peduli. Kita cinta Persipura dan ingin membantu pemerintah menjaga stadion ini,” katanya.

Baca juga: BMP Papua Turun Tangan Bersihkan Stadion Lukas Enembe, Minta Pelaku Kerusuhan Ditindak Tegas

Menurut Yohana, masyarakat juga memiliki tanggung jawab menjaga kebersihan dan keamanan fasilitas umum. Sampah plastik dan botol bekas yang dikumpulkan kemudian dipisahkan untuk didaur ulang dan dijual kembali.

“Kita kumpulkan sampah dan botol plastik lalu dibuang ke tempatnya karena lingkungan ini harus dijaga bersama,” ujarnya.

Ia berharap kericuhan serupa tidak kembali terjadi dan meminta masyarakat tidak lagi melakukan
tindakan yang merusak fasilitas publik.

“Ke depan jangan ada lagi aksi yang merugikan pemerintah maupun masyarakat,” katanya.

Owen Rahadiyan mengaku terharu melihat kepedulian masyarakat yang datang secara sukarela membersihkan stadion hanya sehari setelah insiden terjadi.

“Kalau bukan karena rasa cinta masyarakat terhadap Persipura, mungkin stadion tidak akan secepat ini bersih kembali,” ujarnya.

Meski target tim musim ini belum tercapai, manajemen memastikan tetap berkomitmen membangun Persipura agar kembali bangkit dan berprestasi pada musim-musim mendatang.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *