Foto: istimewa | Tampak mama-mama pengrajin noken sedang mendapat arahan dari instruktur berpengalaman untuk membuat noken.
Supiori, jurnalmamberamofoja.com – Upaya pelestarian budaya lokal sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat kembali diperkuat melalui kegiatan Pembinaan dan Pelatihan Noken Saireri Tahun Anggaran 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata UPTD Noken Papua.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 16 hingga 18 April 2026 ini melibatkan mama-mama pengrajin, generasi muda, serta menghadirkan instruktur berpengalaman untuk memperkuat keterampilan dan pemahaman tentang noken sebagai identitas budaya Papua.

Ketua Panitia, Mozes Albert Mandibodibo, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada aspek teknis pembuatan noken, tetapi juga menjadi bagian dari strategi menjaga keberlanjutan warisan budaya yang telah diakui secara global.
“Selain meningkatkan keterampilan, kami ingin memastikan nilai-nilai filosofi noken tetap diwariskan kepada generasi muda agar tidak hilang,” ujarnya.
Baca juga: Musda V Dewan Kesenian Tanah Papua Dibuka, Identitas Budaya Jadi Agenda Utama
Pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari pengrajin noken Saireri di Kabupaten Supiori serta perwakilan dari tingkat provinsi. Selama kegiatan, peserta mendapatkan materi mulai dari teknik dasar merajut, pemilihan warna, penyusunan pola, hingga proses akhir (finishing) dan strategi pemasaran produk.
Metode pelatihan dikemas secara interaktif melalui kombinasi penyampaian materi, diskusi, dan praktik langsung, sehingga peserta dapat memahami sekaligus menguasai keterampilan secara menyeluruh.
Mozes menambahkan, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya mama-mama pengrajin, agar produk noken tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki daya saing di pasar.
“Harapannya, noken tidak hanya dilestarikan, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal,” katanya.
Pelatihan yang dipusatkan di Hotel Sapuri ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam menjaga eksistensi noken Saireri sekaligus mendorong lahirnya generasi baru pengrajin yang mampu mengembangkan produk secara inovatif tanpa meninggalkan nilai tradisi.
Dengan adanya kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Papua menegaskan komitmennya dalam melindungi warisan budaya sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor kerajinan lokal.
Laporan: Sony Rumainum

















