Sinyal Hilang Berjam-Jam di Jayapura, TelkomGroup Ungkap Biang Kerusakan di CLS Amai

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: M. Irfan, wartawan Senior di Kabupaten Jayapura, 

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Gangguan jaringan telekomunikasi kembali melumpuhkan aktivitas warga di Kabupaten Jayapura, Papua, pada Kamis (9/4/2026). Layanan internet dan telepon yang sempat terputus selama beberapa jam memicu keluhan luas, terutama dari kalangan pekerja yang bergantung pada konektivitas digital.

banner 325x300

Sejumlah warga mengaku jaringan mulai bermasalah sejak pagi hari. Layanan internet dan seluler bahkan sempat hilang total sebelum berangsur pulih, namun dalam kondisi belum stabil.

Wartawan senior di Kabupaten Jayapura, Muhammad Irfan, menyebut gangguan terjadi sejak pukul 08.45 WIT hingga sekitar pukul 12.41 WIT. Meski sempat kembali aktif, kualitas jaringan dinilai masih lambat dan tidak konsisten.

Kondisi ini, kata Irfan, berdampak langsung pada aktivitas jurnalistik, terutama dalam proses peliputan dan pengiriman berita ke redaksi. Keterbatasan akses internet membuat distribusi informasi menjadi terhambat.

“Internet itu kebutuhan utama bagi kami. Saat jaringan terganggu, pekerjaan ikut terhenti, terutama saat harus kirim berita,” ujarnya.

Tak hanya jurnalis, pelajar hingga pelaku usaha juga merasakan dampak serupa. Akses informasi yang biasanya diperoleh secara cepat melalui platform digital menjadi terhambat, termasuk agenda kegiatan pemerintah yang umumnya dibagikan melalui grup percakapan.

Keluhan juga datang dari pengguna lain, Tumbur P. Gultom. Ia menilai penanganan gangguan belum maksimal dan berharap ada tanggung jawab dari penyedia layanan.

“Kami sangat dirugikan. Harusnya ada langkah cepat, bahkan kalau perlu kompensasi untuk pelanggan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, TelkomGroup melalui General Manager Witel Papua, Antonius Joko Sritomo, menjelaskan bahwa gangguan dipicu oleh kerusakan perangkat penguat sinyal (amplifier) di fasilitas Cable Landing Station (CLS) Amai.

Perangkat tersebut merupakan bagian penting dari sistem jaringan kabel laut SKKL PATARA yang menopang konektivitas di wilayah Papua. Kerusakan ini menyebabkan penurunan kapasitas jaringan dan berdampak pada berbagai layanan, mulai dari internet, IPTV, hingga layanan data korporat dan seluler.

Selama proses perbaikan, TelkomGroup mengalihkan layanan ke jalur cadangan melalui sistem kabel laut alternatif. Prioritas diberikan pada layanan publik, khususnya jaringan seluler agar komunikasi masyarakat tetap berjalan.

“Tim teknis telah melakukan penggantian perangkat di CLS Amai sebagai langkah penanganan utama,” jelas Antonius dalam keterangan tertulis.

Setelah proses perbaikan selesai, TelkomGroup memastikan layanan di wilayah Jayapura telah kembali normal. Meski demikian, pemantauan intensif tetap dilakukan guna menjaga stabilitas jaringan dan mencegah gangguan serupa terulang.

Pihak TelkomGroup juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan yang terjadi serta mengapresiasi kesabaran pelanggan selama proses pemulihan berlangsung.

Laporan: M. Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *