Foto: istimewa | Tampak dr. Daisy Urbinas, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abepura.

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com — Duka kembali menyelimuti dunia kesehatan di Jayapura. Direktur RSUD Abepura, dr. Daisy Chostance Urbinas, meninggal dunia pada Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 11.00 WIT di ruang ICU RSUD Abepura.
Kabar wafatnya almarhumah dikonfirmasi langsung oleh Wakil Direktur RSUD Abepura, Petrus Benyamin Pepuho. Ia menyampaikan, dr. Daisy mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan penyakit gula darah tinggi.
“Almarhumah meninggal dunia di ruang ICU RSUD Abepura,” ujar Benyamin singkat.
Kepergian dr. Daisy menjadi pukulan berat, terlebih hanya berselang sehari setelah wafatnya mantan Direktur RSK, dr. Daniel Simonapendi. Dunia kesehatan di Kota Jayapura kini kembali kehilangan salah satu putri terbaiknya.
Baca juga: Duka RSUD Abepura, Gubernur Kuatkan Keluarga dr. Daisy Urbinas
Semasa hidup, dr. Daisy dikenal sebagai sosok dokter yang berdedikasi tinggi. Ia tak hanya fokus pada pelayanan medis, tetapi juga aktif mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat Abepura dan sekitarnya.
Pribadinya dikenal ramah, rendah hati, dan memiliki kepedulian besar terhadap sesama. Dalam kepemimpinan, ia dikenal tegas namun tetap mengedepankan pendekatan humanis.
“Almarhumah adalah sosok yang mendedikasikan diri sepenuhnya pada pelayanan, taat pada regulasi, dan memimpin dengan hati seorang ibu,” ungkap Benyamin.
Perjalanan karier dr. Daisy dimulai dari bawah. Ia pernah menjabat sebagai Kepala Instalasi Gawat Darurat RSUD Abepura saat masih berstatus CPNS pada tahun 2004.
Berkat kerja keras dan komitmennya, ia kemudian dipercaya memimpin rumah sakit tersebut sebagai direktur sejak tahun 2019 hingga tutup usia.
Kemampuannya dalam menyelesaikan persoalan secara sistematis serta kepekaannya dalam melihat peluang pengembangan sumber daya manusia menjadi salah satu kekuatan utama dalam kepemimpinannya.
Baca juga: Gubernur Papua Resmikan Fasilitas Cuci Darah Modern di RSUD Abepura
Lahir di Jayapura pada 31 Desember 1967, dr. Daisy menutup usia pada 58 tahun. Pengabdian dan dedikasinya akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam perjalanan pelayanan kesehatan di Papua.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tak hanya bagi keluarga, tetapi juga seluruh tenaga kesehatan dan masyarakat yang pernah merasakan sentuhan pelayanannya.
Laporan: Sony Rumainum

















