Gubernur Papua dan Bupati Jayapura Tinjau Jalur Logistik Maribu-Depapre

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Gubernur Papua Komjen Pol (Purn). Matius Fakhiri, SIK., MH., didampingi Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, MH., ketika meninjau jalan kontainer di Sentani Barat, hingga Depapre, Selasa (17/2). 

banner 325x300

Jayapura, jurnalmamberamofoja.com – Bupati Jayapura Dr. Yunus Wonda, MH., mendampingi Gubernur Papua Komjen Pol. (Purn) Matius Fakiri, SIK., MH., meninjau langsung sejumlah titik strategis pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Jayapura, Selasa (17/2).

Peninjauan difokuskan pada rencana pembangunan jalan kontainer dari Kampung Maribu, Distrik Sentani Barat hingga Pelabuhan Peti Kemas Depapre sepanjang kurang lebih 12 kilometer. Selain itu, rombongan juga mengecek langsung lokasi normalisasi Sungai Maribu yang selama ini menjadi salah satu penyebab banjir musiman di kawasan permukiman warga.

Baca juga: Gubernur Papua Pastikan Tak Ada Izin Baru Sawit, Lahan Bermasalah Siap Dievaluasi

Kawasan Maribu–Depapre merupakan jalur vital konektivitas logistik menuju pelabuhan. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah memastikan kesiapan teknis pembangunan sekaligus berdialog dengan masyarakat adat setempat terkait dukungan sosial dan kesiapan lahan.

Bupati Jayapura Yunus Wonda menyatakan, pembangunan jalan kontainer Maribu–Depapre menjadi proyek strategis yang akan membuka akses ekonomi masyarakat pesisir. Infrastruktur ini diyakini mampu memangkas waktu tempuh distribusi barang, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Ini bukan sekadar pembangunan jalan, tetapi investasi masa depan masyarakat pesisir. Karena itu seluruh proses harus transparan dan melibatkan masyarakat adat sebagai pemilik wilayah,” tegas Yunus Wonda.

Baca juga: Longsor Ringroad–Skyline: Gubernur Fakhiri Turun Lapangan, Akses Ditutup Demi Keselamatan Warga

Sementara itu, Gubernur Matius Fakiri menekankan pentingnya percepatan normalisasi Sungai Maribu sebagai langkah mitigasi bencana banjir. Menurutnya, penanganan banjir harus berjalan seiring dengan penataan kawasan permukiman agar warga tidak lagi terdampak luapan air saat musim hujan.

“Kita ingin masyarakat hidup lebih aman dan nyaman. Normalisasi sungai harus menjadi prioritas, sejalan dengan pembangunan permukiman yang lebih tertata,” ujarnya.

Selain infrastruktur jalan dan pengendalian banjir, rombongan juga meninjau rencana pembangunan rumah bagi masyarakat lokal sebagai bagian dari peningkatan kualitas hunian. Pemerintah turut meninjau lokasi rencana pembangunan sekolah adat di Kampung Maribu Tua yang diharapkan menjadi pusat pendidikan berbasis budaya lokal.

Tak hanya itu, rencana pembangunan dermaga perikanan rakyat serta dermaga kontainer di kawasan Depapre juga menjadi perhatian. Dua fasilitas ini diharapkan memperkuat sektor perikanan dan memperlancar arus logistik dari dan menuju wilayah pesisir Kabupaten Jayapura.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh proyek strategis tersebut dapat direalisasikan secara bertahap dengan dukungan penuh masyarakat. Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan masyarakat adat diyakini menjadi kunci percepatan pembangunan kawasan Maribu–Depapre demi meningkatkan kesejahteraan warga dan memperkuat konektivitas pesisir Jayapura.

Laporan: Sony Rumainum

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *