Foto: istimewa | Tampak Proses evakuasi jasad Anggota TPNPB di Dekai, Senin (26/1).

Yahukimo, jurnalmamberamofoja.com — Setelah tertahan selama lima hari di lokasi konflik, dua jasad anggota Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap XVI Yahukimo Batalyon HSSBY akhirnya berhasil dievakuasi dan dimakamkan di Kota Dekai, Selasa (26/1/2026).
Salah satu korban diketahui bernama Angin Kobak, sementara satu lainnya belum dapat dikenali secara pasti akibat kondisi jasad yang telah mengalami pembusukan.
Pemakaman dilakukan di kawasan Jalan Gunung, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan.
Proses evakuasi berlangsung setelah terjalin komunikasi intensif yang dilakukan oleh kelompok Pemuda Peduli Kemanusiaan bersama sejumlah tokoh lintas sektor, mulai dari tokoh gereja, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga aparat keamanan TNI–Polri.
Upaya negosiasi tersebut berlangsung selama lima hari untuk memperoleh izin pengambilan jenazah di lokasi kejadian.
Baca juga: Insiden Maut di Stadion Lukas Enembe, Penonton Persipura vs PSS Meninggal Dunia
Berdasarkan informasi yang diterima dari saluran internal TPNPB, kedua korban dilaporkan gugur dalam kontak tembak dengan satuan Satgas TNI AL bersama gabungan TNI–Polri pada malam 21 Januari 2026.
Sejak insiden tersebut, jasad korban tidak dapat segera dievakuasi karena faktor keamanan dan situasi di lapangan. Kondisi ini menyebabkan satu jasad sulit dikenali identitasnya.
Evakuasi dan pemakaman akhirnya difasilitasi oleh Persekutuan Gereja-gereja Yahukimo (PGGY), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Pemuda Peduli Kemanusiaan, serta dimediasi oleh sejumlah media lokal.
Proses tersebut dilakukan setelah adanya persetujuan dari aparat keamanan dan pihak TPNPB, dengan menyerahkan pelaksanaan evakuasi kepada pihak independen, khususnya lembaga gereja.
Pihak-pihak yang terlibat menegaskan bahwa seluruh proses dilakukan atas dasar kemanusiaan, tanpa muatan politik, serta berlandaskan nilai keimanan, hak asasi manusia, dan prinsip hukum humaniter internasional.
Atas upaya tersebut, berbagai elemen masyarakat menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam proses evakuasi hingga pemakaman.
Penghormatan juga disampaikan kepada mereka yang telah gugur dalam konflik bersenjata di wilayah pegunungan Papua.
Laporan: Sony Rumainun

















