Dok ist/ Pj Bupati dan Sekda Jayapura bersama Pansel DPRK Pengangkatan
Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Ketua Peradilan Adat Suku Sentani pada Dewan Adat Suku (DAS) Sentani yang juga Ondofolo Kampung Puay, Jacob Fiobetauw, menanggapi berbagai aksi protes terkait seleksi Anggota DPRK Kabupaten Jayapura yang ramai diperbincangkan di media sosial dan media online.
Ia mengimbau masyarakat agar menghargai proses yang telah dilakukan oleh Panitia Seleksi (Pansel) DPRK Kabupaten Jayapura melalui mekanisme pengangkatan atau Otonomi Khusus (Otsus).

“Kita lihat banyak kritik yang dilontarkan di media sosial terhadap kerja Pansel DPRK. Sebagai pemimpin adat, saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menghargai hasil kerja Pansel yang sudah sesuai aturan,” kata Jacob Fiobetauw melalui rilis yang diterima media ini, Selasa, 29 Oktober 2024.
Jacob Fiobetauw, yang juga sempat menjadi peserta seleksi namun dinyatakan tidak lolos, menegaskan bahwa seluruh tahapan yang dijalankan oleh Pansel telah sesuai dengan peraturan yang berlaku.
“Sebagai peserta yang tidak memenuhi syarat, saya menerima hasilnya. Sebagai Ondofolo, kami sebaiknya bisa menerima keputusan seleksi ini dengan lapang dada,” ujar pria yang akrab disapa Ondo Jack ini.
Ondo Jack berharap agar para calon DPRK yang terpilih nantinya dapat mewakili kepentingan daerah pengangkatan dan berkontribusi dalam pembangunan Kabupaten Jayapura.
“Sebagai kepala peradilan adat suku Sentani, saya juga mengimbau masyarakat yang direkomendasikan dari kampung maupun pemimpin adat untuk tetap tenang dan mendukung proses seleksi ini,” ungkapnya.
Ia juga berharap Penjabat (Pj) Bupati Jayapura dapat memantau jalannya seleksi ini dengan seksama, agar prosesnya berjalan sesuai harapan dan menghasilkan perwakilan terbaik yang akan dilantik sebagai Anggota DPRK.
“Hilangkan pikiran negatif. Siapapun yang terpilih adalah bagian dari masyarakat kita. Mari kita dukung mereka,” pungkas Ondo Jack. (Fan)








