Kepala SMP Negeri 1 Sentani Sambut Baik Program MBG

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: Irfan / Suasana kegiatan running Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Sentani, Senin, 14 April 2025. Insert: Kepsek, Hariyati Sokoy, M.Pd.

Sentani, Jurnal Mamberamo Foja – Kepala SMP Negeri 1 Sentani, Hariyati Sokoy, M.Pd., menyambut positif pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mulai diuji coba di sekolahnya pada Senin, 14 April 2025.

banner 325x300

Kepada wartawan, Hariyati menyampaikan bahwa seluruh siswa sangat antusias dengan hadirnya program MBG. Ia menilai program ini sangat bermanfaat, khususnya bagi siswa yang datang ke sekolah tanpa membawa uang jajan.

“Kegiatan ini sangat membantu anak-anak kami. Selain mereka bisa menghemat uang jajan, program ini juga mendukung pemenuhan gizi, terutama bagi yang tidak sempat sarapan atau tidak membawa bekal,” ujarnya.

Ia juga menyebut, program MBG turut mendukung kesehatan siswa, mengurangi konsumsi jajanan tak sehat, serta berdampak pada pengurangan sampah plastik di lingkungan sekolah.

“Kami sangat berterima kasih atas inisiatif ini. Program dari pemerintah pusat ini kami sambut dengan senang hati,” imbuhnya.

Namun demikian, Hariyati menyampaikan adanya masukan dari siswa terkait porsi makanan yang masih perlu disesuaikan.

“Jumlah siswa kami 963 orang. Anak-anak mengeluhkan porsi nasi yang dirasa kurang, karena kebutuhan makan siswa di Papua tidak bisa disamakan dengan daerah lain. Kami harap porsi bisa ditambah ke depannya,” jelasnya.

Ia juga menyarankan agar makanan didistribusikan tepat waktu, khususnya saat jam istirahat, agar tidak mengganggu proses belajar-mengajar.

Di tempat yang sama, Abi Hanafi T., siswa kelas VIII, mengaku senang dengan program ini.

“Makanannya enak dan sehat. Menunya juga bervariasi, ada tempe dan telur. Kami senang sekali,” tuturnya bersama teman-temannya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan nasional Presiden RI Prabowo Subianto yang resmi diluncurkan di SMP Negeri 1 Sentani. Pelaksanaan program ini didukung oleh Yayasan Kasih Iman Samuel Papua dengan mendirikan dapur sehat di berbagai titik.

Ketua Yayasan, Edison Awoitauw, mengatakan pihaknya telah membangun 17 dapur dengan kapasitas produksi 3.500 paket makanan per dapur.

“Total ada 53 ribu siswa di Kabupaten Jayapura yang akan menerima makanan bergizi gratis. Kami mempekerjakan 45 petugas untuk pengemasan dan distribusi, dengan memanfaatkan bahan pangan lokal,” jelasnya.

Setiap paket makanan bernilai Rp 20 ribu dan disajikan secara variatif untuk menjaga kualitas dan selera siswa.

Laporan: Irfan

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *