Foto: Irfan | Tampak Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, SH., ketika diwawancarai di ruang kerjannya, Kamis (26/2) siang.

Sentani, jurnalmamberamofoja.com – Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah berdampak langsung terhadap pelayanan kesehatan di Provinsi Papua, termasuk di Kabupaten Jayapura.
Kondisi ini dirasakan oleh rumah sakit milik pemerintah, salah satunya RSUD Youwari, yang mengalami keterbatasan dalam pemenuhan sarana, prasarana, hingga dukungan operasional pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Wakil Bupati Jayapura, Haris Richard S. Yocku, mengakui bahwa efisiensi anggaran membuat pelayanan rumah sakit pemerintah belum berjalan maksimal. Menurutnya, penghematan yang dilakukan tanpa mempertimbangkan dampak layanan berpotensi menurunkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Efisiensi anggaran yang terjadi saat ini sangat mempengaruhi pelayanan rumah sakit milik pemerintah. Dampaknya terasa langsung pada kualitas layanan kesehatan yang diterima masyarakat,” ujar Haris Yocku saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (26/2/2026).

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat sejumlah rencana pengembangan fasilitas kesehatan yang telah dirancang sebelumnya terpaksa tertunda. Penambahan alat medis, peningkatan sarana pendukung, hingga penguatan sumber daya manusia belum dapat direalisasikan secara optimal.
“Banyak rencana pembangunan dan pengadaan fasilitas yang sudah disiapkan, namun tertunda karena adanya efisiensi anggaran. Akibatnya, penambahan alat bantu medis di RSUD Youwari juga belum bisa dilakukan,” ungkapnya.
Baca juga: Kekerasan di RSUD Youwari, Wabup Jayapura: Siapa pun Pelakunya Harus Diproses
Haris berharap kebijakan efisiensi anggaran ini bersifat sementara. Ia menargetkan, ketika kondisi anggaran kembali normal pada 2027 mendatang, pemerintah daerah akan memprioritaskan pembenahan sarana dan prasarana di RSUD Youwari.
“Kami ingin ada penambahan ruangan dan alat-alat medis, supaya kualitas layanan di RSUD Youwari bisa meningkat dan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” katanya.
Baca juga: Dokter Dipukul Saat Lakukan RJP di IGD RSUD Yowari, Wabup Jayapura Dampingi Korban
Kebijakan efisiensi anggaran dinilai menimbulkan dilema. Di satu sisi, pemerintah pusat menyatakan pelayanan dasar tetap terjamin. Namun di lapangan, banyak daerah menghadapi keterbatasan operasional yang berdampak pada pelayanan rumah sakit, termasuk keterbatasan fasilitas dan dukungan bagi tenaga honorer.
Laporan: M. Irfan

















