Jersey Baru: Bukan Hanya Kaos, Ini Simbol Kebangkitan Persipura!

banner 120x600
banner 468x60
Spread the love

Foto: istimewa | Tampak jersey baru tim Persipura Musim 2025-2026 diluncurkan manajemen di hotel UNY Wates, Yogyakarta, Jumat (1/8).

Yogyakarta, Jurnal Mamberamo Foja – Persipura Jayapura resmi meluncurkan jersey terbaru mereka untuk menghadapi musim 2025/2026. Namun ini bukan sekadar peluncuran kostum biasa. Ini adalah pernyataan keras dari klub yang tengah bangkit. Ini tentang harga diri, tentang Papua, dan tentang kembali merebut tempat terhormat di sepak bola nasional.

banner 325x300

Peluncuran dilakukan langsung di tengah pemusatan latihan tim di Hotel UNY, Wates, Yogyakarta, Jumat (1/8/). Ketua Umum Benhur Tomi Mano (BTM) memimpin peluncuran bersama jajaran manajemen dan para pemain.

BTM menegaskan, jersey ini adalah simbol perjuangan dan kebangkitan. Lebih dari sekadar pakaian, ini adalah identitas Papua yang akan dikenakan dengan kebanggaan dan kehormatan.

“Ini bukan kaos. Ini simbol kebangkitan, simbol budaya, dan simbol semangat Papua untuk bangkit dan menang!” tegas BTM.

BTM mengajak seluruh rakyat Papua, dari pegunungan hingga pesisir, untuk memiliki jersey ini. Sebagai bentuk dukungan nyata. Sebagai pernyataan bahwa Persipura belum selesai.

“Jersey ini akan menguatkan para pemain. Setiap tetes keringat di lapangan adalah doa bagi Tanah Papua!” lanjutnya.

Sementara itu, Manajer Persipura Owen Rahadiyan menjelaskan bahwa desain jersey kali ini membawa makna mendalam. Warna merah-hitam tetap jadi ciri utama untuk laga kandang, tapi kini dihiasi guratan kuas dinamis melambangkan talenta alami dan daya tempur anak-anak Papua.

“Setiap garis di jersey ini punya makna. Ini bukan hanya desain. Ini adalah DNA Persipura: kuat, berkarakter, dan siap bertarung,” tegas Owen.

Untuk jersey tandang, warna putih-hitam dipilih. Sedangkan jersey kiper hadir dengan warna mencolok: pink dan hijau. Penjualan akan dilakukan dalam waktu dekat, termasuk pembukaan toko resmi di Jayapura.

Tak hanya visual, makna dalam jersey ini juga menggugah. Motif ikan terbang, burung camar, kampak batu, dan manik-manik Papua menyatu jadi lambang adat, leluhur, dan tekad baja.

“Seperti ikan terbang, kami tidak tinggal diam. Kami sedang berenang di Liga 2, tapi bersiap meloncat dan kembali ke udara, ke tempat kami yang sesungguhnya,” kata Owen lantang.

Ia menutup dengan pesan tajam: “Persipura tidak sedang kalah. Kami sedang membangun sayap. Dan ketika waktunya tiba, kami akan terbang lebih tinggi, lebih jauh, dan lebih kuat dari sebelumnya.”

Laporan: Roy | Rilis Media Officer

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *